Mentan Amran Tegaskan Pejabat Kementan Wajib Kawal Pertanian Bersih

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:44:31 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau segenap pejabat Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar senantiasa menjaga integritas, menjauhkan diri dari tindakan korupsi, serta mengawal pembangunan sektor pertanian tanah air yang berkelanjutan secara profesional.

Amran yang merangkap jabatan sebagai Kepala Bapanas menekankan bahwa seluruh aparatur di bawah lingkup kerjanya wajib mengawal kemajuan sektor pertanian dengan memegang teguh integritas sebagai fondasi utama guna memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

"Saya terima kasih, hadiah kado Ulang Tahun Kemerdekaan (Republik Indonesia), itu adalah kami swasembada dan ekspor (beras ke Malaysia). Itu karena kalian yang kerja keras. Saya tidak mau kalian sudah kerja keras, banting tulang, siang malam, Sabtu Minggu kerja, tapi kena masalah (karena korupsi)," kata Mentan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Dirinya menggarisbawahi hal tersebut ketika melantik sejumlah pejabat Eselon I serta Eselon II di lingkungan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional.

Amran menginstruksikan seluruh pejabat untuk memahami serta menjalankan setiap butir pakta integritas, bukan hanya sekadar membubuhkan tanda tangan pada dokumen, agar prinsip antikorupsi benar-benar terimplementasikan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pihaknya menegaskan segala macam bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, penerimaan gratifikasi, maupun konflik kepentingan harus dijauhi demi merawat profesionalisme serta kredibilitas institusi di hadapan publik.

Amran turut meminta semua aparatur untuk berani melaporkan setiap indikasi pelanggaran integritas yang ditemui agar tata kelola birokrasi kian bersih, transparan, dan akuntabel dalam mendukung pengembangan sektor pertanian nasional.

Menurutnya, sistem meritokrasi harus dipertahankan dengan menghentikan segala bentuk praktik titip-menitip jabatan atau intervensi dalam proses promosi, sehingga setiap pegawai mendapatkan kesempatan sesuai dengan kompetensi dan prestasi kerja nyata.

Amran menjamin setiap aduan mengenai dugaan pelanggaran akan diproses secara adil melalui pemeriksaan, supaya aparatur yang bertugas secara profesional tetap mendapatkan perlindungan sekaligus kepastian saat menjalankan kewajibannya.

Pihaknya mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga reputasi pribadi, keluarga, serta institusi dengan menjauhi pelanggaran hukum karena dampaknya dapat mencederai kepercayaan publik terhadap kementerian secara keseluruhan.

Amran berharap Kementerian Pertanian dapat mencetak birokrat dan aparatur sipil negara unggulan yang mampu bekerja secara profesional, berintegritas, serta menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia.

Pihaknya juga mendorong semua pejabat untuk bekerja dengan jujur, menjaga kondisi kesehatan, mengutamakan keadilan, serta membangun sektor pertanian nasional melalui profesionalisme yang membanggakan keluarga, institusi, maupun bangsa.

Terkini