Bapanas Dorong Program MBG Jadi Instrumen Swasembada Protein

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:42:32 WIB
Pedagang menata telur ayam [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan swasembada protein nasional.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan bahwa pemenuhan asupan protein publik menjadi bagian dari langkah pemerintah menuju swasembada protein. Strategi tersebut antara lain dijalankan lewat penyajian menu kaya protein dalam program MBG.

“Kalau swasembada protein itu kan kami sedang menuju ke sana, sehingga itu dapat dicapai salah satunya itu melalui MBG [Makan Bergizi Gratis]. Bagaimana sajian-sajian di MBG itu mempunyai protein yang tinggi,” kata Sarwo saat ditemui Bisnis di Kantor Bapanas, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (18/8/2026).

Menurut paparannya, Bapanas mengemban amanat untuk menjamin ketersediaan deretan komoditas pangan utama demi mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. Sarwo membeberkan ada 11 komoditas yang menjadi perhatian Bapanas, mencakup beras, jagung, kedelai, daging ayam, daging sapi atau kerbau, telur ayam, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, gula konsumsi, serta minyak goreng.

Bapanas turut menjaga ketersediaan maupun stabilitas harga komoditas pangan pokok tersebut lewat penguatan cadangan pangan dan sinergi bersama pemerintah daerah.

Langkah ini, imbuhnya, juga krusial dalam memitigasi potensi gangguan panen akibat dinamika cuaca, termasuk ancaman El Nino. Guna menghadapi situasi tersebut, Bapanas bakal memperkuat stok pangan nasional.

Sarwo juga menguraikan pembagian wewenang antara Bapanas dan Kementerian Pertanian dalam mengawal rantai pasok pangan. Disebutkannya, Bapanas memegang kendali di ranah hilir, sedangkan Kementerian Pertanian mengawasi sektor hulu.

“Tugas Badan Pangan Nasional itu kan di hilir. Kalau di hulunya adalah Kementerian Pertanian. Jadi kalau contoh misalnya sapi, sapi itu sampai ke tempat pemotongan itu masih tanggung jawab dari Kementerian Pertanian, kaitan kesehatan. Nah nanti setelah dipotong jadi daging di pasar itu tanggung jawab kami,” terangnya.

Berbekal pembagian peran itu, Bapanas memastikan 11 komoditas pangan pokok terdistribusi secara merata serta memiliki harga yang stabil di pasaran.

“Jadi kami pastikan semua 11 bahan pokok penting itu merata dan harganya stabil,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengutarakan bahwa pemerintah masih mempunyai PR untuk mewujudkan swasembada seluruh komoditas utama. Amran menjelaskan, dari 11 komoditas target, masih ada tiga jenis komoditas yang mesti terkejar, yakni kedelai, daging sapi, serta susu.

“Kami akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kami kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kami kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kami capai,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Amran optimistis sasaran tersebut sanggup direalisasikan dalam kurun tiga hingga lima tahun mendatang lewat pemantapan kapasitas produksi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Amran memaparkan cadangan beras hingga Agustus 2026 telah menembus 5,25 juta ton. Hasil ini turut diiringi rencana ekspor beras menuju Malaysia, dengan pengiriman perdana sebesar 1.000 ton dan peluang ekspansi pasar hingga 200.000 ton bahkan 1 juta ton.

Selain swasembada dan pengiriman beras ke luar negeri, Amran menyoroti perbaikan kesejahteraan petani sebagai salah satu torehan di sektor pertanian. Ia menyebut tingkat kesejahteraan petani kini menyentuh rekor tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yakni pada angka 127,84 per Juli 2026.

Performa sektor pertanian juga tecermin dari kenaikan angka ekspor yang mencapai Rp166 triliun, sementara angka impor berhasil ditekan Rp41 triliun. Dengan begitu, sektor pertanian menyumbang nilai tambah berkisar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Amran juga menggarisbawahi regulasi pemotongan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% yang dinilainya menjadi kebijakan krusial demi menggenjot produktivitas dan menaikkan taraf hidup petani.

“Tidak pernah terjadi selama Republik Indonesia merdeka. Di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, ini luar biasa, sektor pertanian mengalami kebangkitan,” ujarnya.

Ia menegaskan berbagai pencapaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan secara bersama-sama.

“Kami mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, kepala desa, camat, bupati, gubernur, dan seluruh menteri terkait. Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” tandasnya.

Terkini