Seskab Teddy: 52 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke Lokasi Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:53:31 WIB
Pemerintah mengerahkan personel, alat berat, pesawat Hercules, kapal perang, hingga logistik untuk menjaga agar jalur distribusi kebutuhan dasar tetap terbuka untuk korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sab

JAKARTA - Pemerintah kembali melaksanakan pengiriman lanjutan sebanyak 25 ton pasokan bantuan logistik menuju berbagai kawasan wilayah yang mengalami dampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Minggu (16/8/2026). Lewat penambahan jumlah tersebut, akumulasi total keseluruhan bantuan logistik yang telah berhasil diberangkatkan kini telah mencapai angka 52 ton terhitung hingga hari kedua proses penanganan bencana alam berlangsung.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa seluruh paket bantuan tersebut dipersiapkan secara matang guna mencukupi berbagai kebutuhan pokok dasar masyarakat yang terdampak. Ragam jenis logistik yang diberangkatkan meliputi paket makanan siap saji, pasokan air minum, kebutuhan sembako, obat-obatan, perangkat alat kesehatan, tenda pengungsian, serta penyediaan sarana air bersih.

“Pada hari ini, Minggu, 16 Agustus 2026, di hari kedua penanganan bencana, tambahan 25 ton logistik telah tiba. Dengan demikian, total 52 ton logistik telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak,” tulis Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Pemerintah menyalurkan aneka bantuan tersebut ke berbagai titik wilayah terdampak dengan memanfaatkan kombinasi bermacam-macam jalur moda transportasi. Proses pengiriman logistik ini dieksekusi menggunakan armada kendaraan darat, armada pesawat terbang, serta helikopter demi menembus dan menjangkau seluruh pelosok daerah yang memerlukan bantuan sesegera mungkin.

“Seluruh bantuan selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo,” tulis Seskab.

Sejumlah pejabat tinggi negara terkait juga terpantau telah berada langsung di lokasi-lokasi terdampak sejak hari pertama terjadinya bencana guna memimpin koordinasi penanganan pascabencana secara terpadu. Pemerintah menempatkan prioritas utama pada aspek pemenuhan hak dasar warga serta percepatan arus distribusi bantuan sebagai bagian krusial dari pelaksanaan masa tanggap darurat.

“Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi,” pungkasnya.

Penyaluran pasokan logistik ini merupakan rangkaian esensial dari keseluruhan strategi penanganan yang digulirkan oleh pemerintah selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTT, termasuk upaya konsisten dalam memastikan ketersediaan kebutuhan hidup dasar masyarakat tetap terjamin aman selama masa transisi penanganan dan pemulihan berjalan.

Terkini