Gempa NTT M7,7 Tidak Ganggu Jadwal Penerbangan dari Bandara Ngurah Rai Bali

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:39:32 WIB
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bal. (Foto: NET)

JAKARTA - Guncangan gempa bumi kuat yang mengguncang kawasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) tidak memberikan pengaruh berarti bagi aktivitas penerbangan dari Bali menuju NTT ataupun rute sebaliknya. 

Gede Eka Sandi Asmadi, Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menguraikan jadwal keberangkatan penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke bandara-bandara di NTT terus berlangsung seperti biasa. 

"Operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berjalan secara normal dan optimal. Hingga saat ini, layanan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di wilayah NTT beroperasi secara normal, serta tidak terdapat pembatalan penerbangan." Jelas Sandi, Sabtu (15/8/2026).

Sandi menerangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai menangani aktivitas penerbangan menuju Bandara Internasional Labuan Bajo dan Bandara Tambolaka. Kedua jalur tersebut terus berfungsi seperti biasa, mencakup 9 penerbangan ke Labuan Bajo serta 3 penerbangan ke Tambolaka. 

Sandi menambahkan pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut mengutarakan simpati serta perasaan duka cita atas peristiwa bencana alam yang menimpa penduduk masyarakat di kawasan Nagekeo beserta sekitarnya. 

Sebagaimana yang sudah diinformasikan sebelumnya, gempa bumi besar berkekuatan M7,7 SR menggetarkan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Getaran gempa ini turut terasa hingga ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kepulauan Selayar, Sulawesi.

Penduduk sempat berhamburan menuju perbukitan atau area dataran tinggi guna mengikuti instruksi peringatan dini tsunami yang dirilis oleh BMKG. Saat ini peringatan dini tsunami sudah dihentikan, namun penduduk di NTT yang terdampak getaran gempa tetap diimbau untuk selalu waspada. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengimbau warga supaya tidak memasuki hunian yang mengalami keretakan, guna menjauhi risiko tertimpa runtuhan bangunan apabila terjadi gempa susulan.

Terkini