Berita Duka: Pelatih Legendaris Tjetjep Firmansyah Tutup Usia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:25:02 WIB
Tjetjep Firmansyah [FOTO: NET].

JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia olahraga nasional di mana pelatih bola basket legendaris asal Indonesia, Tjetjep Firmansyah, dikabarkan telah tutup usia pada umur 67 tahun di RS Polri, Jakarta, hari Sabtu (15/8) tepat pukul 10.00 WIB.

"Telah berpulang ke rahmatullah saudara kami Tjetjep Firmansyah, semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," kata adik kandung almarhum, Mayerni.

Mayerni menambahkan bahwa segala informasi lanjutan seputar jalannya prosesi pemakaman almarhum akan diumumkan kepada publik pada kesempatan berikutnya.

Almarhum Tjetjep tercatat sebagai adik kandung dari Bambang Hermansyah serta kakak kandung dari Ali "Jordan" Budimansyah, yang mana keduanya juga dikenal luas sebagai sosok legenda hidup tim nasional bola basket tanah air.

Semasa hidupnya, almarhum diidentifikasi sebagai salah satu juru taktik paling berprestasi di sepanjang catatan sejarah perkembangan bola basket Indonesia. Ia merintis perjalanan karier kepelatihannya dari tingkat klub domestik hingga akhirnya dipercaya untuk memegang kendali tim nasional.

Pada ajang Kejuaraan SEABA 1996 yang diselenggarakan di Surabaya, Tjetjep sukses mengukir sejarah gemilang dengan membawa timnas putra Indonesia menumbangkan dominasi Filipina untuk kali pertama sekaligus keluar sebagai juara kawasan Asia Tenggara.

Catatan prestasi cemerlangnya terus berlanjut tatkala dirinya menakhodai klub Aspac. Bersama klub tersebut, ia sukses menyumbangkan total empat trofi juara bergengsi, yang masing-masing terdiri atas dua gelar juara ajang Kobatama pada musim 2000-2001 dan 2002-2003, serta dua gelar juara kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) pada musim 2003-2004 dan 2005-2006.

Berlabuh di level timnas, Tjetjep juga sukses mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 1999 di Brunei Darussalam serta medali perak pada SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Perolehan medali perak pada tahun 2001 tersebut menorehkan sejarah tersendiri lantaran menjadi pencapaian medali perak pertama bagi skuad timnas putra Indonesia sepanjang keikutsertaan mereka di ajang SEA Games.

Selain membesut klub Aspac, Tjetjep sempat pula menukangi sejumlah klub bola basket lainnya hingga kembali mendapatkan kepercayaan menduduki posisi pelatih kepala timnas putra Indonesia pada gelaran SEA Games 2013 di Myanmar.

Kebpergian Tjetjep Firmansyah menyisakan duka mendalam sekaligus kehilangan yang teramat besar bagi ekosistem bola basket Indonesia, khususnya bagi generasi yang tumbuh besar bersama era kejayaan prestasi bola basket nasional sepanjang dasawarsa 1990-an hingga 2000-an.

Terkini