Indonesia Resmi Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman Terkendali

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:52:31 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA - Indonesia secara sah menjalankan pengiriman beras ke Malaysia sebanyak 200.000 ton. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin pengiriman tersebut tidak bakal mengganggu pasokan beras domestik. 

Amran menuturkan, pihak otoritas telah mengalkulasi kondisi panen serta ketersediaan beras secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk menjalankan ekspor. 

Menurutnya, data panen Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat panen beras sampai dengan Oktober menyentuh 30 juta ton. 

“Sesuai BPS, produksi sampai hari ini diperkirakan sampai Oktober karena estimasi karena ada standing crop, itu kurang lebih 30 juta ton,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jum'at (14/8/2026).

Ia memaparkan, panen beras tahun ini diprediksi lebih besar ketimbang panen pada 2025. Kalkulasi tersebut juga mempertimbangkan keberadaan tanaman padi yang saat ini sudah berada di lahan dan bakal memasuki masa panen. 

Menurut Amran, pemerintah juga menghitung sejumlah sumber ketersediaan beras, mulai dari panen yang bakal dipanen, stok di Bulog, hingga beras yang berada di masyarakat serta sektor hotel, restoran, serta kafe (Horeka) yang diprediksi bakal mencapai 26 juta ton.

Di sisi lain, kebutuhan beras warga Indonesia diprediksi mencapai sekitar 2,5 juta hingga 2,6 juta ton per bulan. Dengan ketersediaan hingga 26 juta ton, Amran menyebut pasokan tersebut secara matematis sanggup mencukupi kebutuhan sekitar 10 bulan. 

“Kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan kan. Clear. Clear kan? 10 bulan berarti cukup beras kami untuk ke depan ya, belum dihitung yang ditanam hari ini,” jelas Amran.

Kalkulasi tersebut juga belum memasukkan panen dari tanaman yang masih akan ditanam hingga akhir tahun. Selain itu, pemerintah memprediksi terdapat masa panen besar yang akan kembali berlangsung mulai Februari. 

Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan pemerintah memiliki ruang untuk menjalankan ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan domestik. 

“Sedangkan sekarang kami ekspor bukan impor, ekspor,” tegasnya.

Senada dengan Mentan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan ekspor beras ke Malaysia tetap dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan domestik. Ia memastikan Bulog telah menghitung kapasitas stok yang dipunyai, termasuk dengan adanya rencana ekspor hingga 200.000 ton. 

“Ya tadi seiring dengan arahan dari Pak Menteri Pertanian tetap memprioritaskan, memprioritaskan adalah untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” ujar Ahmad.

Menurutnya, cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini masih berada di level yang cukup tinggi. Stok Bulog disebut mencapai sekitar 5,25 juta ton. 

“Namun kami sudah menghitung dengan potensi kalau hanya 1.000 pendahuluan ini bahkan sampai dengan 200.000 stok kami masih banyak karena stok Bulog bisa mencapai saat ini adalah 5,25 juta ton bahkan 5,26 juta ton sampai dengan hari ini jadi tidak ada masalah,” katanya.

Ahmad menambahkan, prinsip yang sama juga bakal diterapkan apabila Indonesia nantinya menjalankan ekspor beras ke negara lain. Salah satu negara yang saat ini disebut sedang dalam tahap penjajakan adalah Singapura. 

Menurut Ahmad, Bulog belum menjalankan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Singapura terkait permintaan beras tersebut. Bulog baru berencana melanjutkan komunikasi dengan Kamar Dagang Singapura dalam waktu dekat. 

“Kami baru akan berkomunikasi dengan Kamar Dagang Singapura. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada jawaban,” ujarnya.

Ahmad menyampaikan, komunikasi dengan pihak Singapura sebelumnya telah dijalankan melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia. 

Bahasan lebih lanjut bakal ditindaklanjuti setelah rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia memastikan, apabila nantinya terdapat kesepakatan ekspor dengan Singapura, Bulog bakal tetap melihat kondisi kebutuhan beras nasional sebagai prioritas utama. 

“Insyaallah kami bisa dukung sepanjang tidak mengganggu kebutuhan nasional dalam rangka menghadapi El Nino maupun bantuan pangan dan lain sebagainya,” pungkas Ahmad.

Terkini