Pascagempa M7,7 di Flores, Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Aman

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:20:31 WIB
Salah satu SPBU atapnya ambruk menyusul gempa bumi [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga dengan aman di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul terjadinya peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada hari Sabtu pagi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dari Surabaya menyampaikan bahwa aspek keselamatan masyarakat serta pekerja menjadi prioritas utama bagi Pertamina dalam menyikapi kondisi darurat bencana ini.

“Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa yang terjadi di NTT. Kami terus melakukan pengecekan dan memastikan seluruh sarana penyaluran BBM dalam kondisi aman,” katanya saat dikonfirmasi.

Pihak Pertamina saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi berbagai sarana dan fasilitas penyaluran BBM yang tersebar di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai Raya, serta sejumlah wilayah terdampak lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa seluruh lembaga penyalur BBM berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kerusakan pada infrastruktur sarana utama.

Guna mengedepankan aspek kehati-hatian, operasional pada sejumlah lembaga penyalur dihentikan untuk sementara waktu sampai proses pemeriksaan fasilitas rampung dan kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Ia menyebutkan bahwa penghentian sementara operasional di beberapa titik merupakan langkah preventif guna memastikan standar keselamatan terpenuhi secara utuh sebelum aktivitas pelayanan kembali dijalankan.

Selain itu, pihak Pertamina juga terus menjalin koordinasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya untuk memonitor dampak gempa, termasuk memantau gangguan aliran listrik serta kondisi ruas jalan Trans Ende-Bajawa yang sempat dilaporkan mengalami longsor.

Ahad menegaskan kembali bahwa Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM tetap terjaga dalam kondisi aman. Mereka juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk pengamanan pasokan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi segera setelah kondisi di lapangan memungkinkan.

Untuk wilayah Reo, ketahanan stok saat ini terpantau stabil dengan rincian Avtur sekitar sembilan hari, Biosolar enam hari, Pertamina Dex empat hari, Pertamax lima hari, serta Pertalite lima hari.

Tidak hanya fokus menjaga keandalan energi, ia menambahkan bahwa Pertamina melalui program Pertamina Peduli telah menyiapkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap santap serta paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, susu, air mineral, roti, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Pertamina juga menyiapkan dukungan logistik tambahan berupa tenda darurat, terpal, selimut, peralatan kebersihan (hygiene kit), serta obat-obatan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi sekitar 1.000 pengungsi di Posko Bencana Reo.

Ahad menegaskan seluruh bantuan tersebut akan disalurkan melalui koordinasi yang ketat dengan pihak-pihak terkait di lapangan agar penyalurannya dapat tepat sasaran menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kami terus melakukan pemeriksaan sarana dan fasilitas secara berkala serta memperkuat koordinasi di wilayah terdampak guna memastikan layanan energi dapat kembali berjalan secara aman dan bertahap.

Pertamina turut mengimbau agar masyarakat tetap tenang, menghindari perilaku panic buying, serta selalu merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah maupun pihak Pertamina terkait ketersediaan BBM serta perkembangan layanan energi di wilayah terdampak.

Sebagai catatan, gempa bumi dengan magnitudo 7,7 telah terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, tepat pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB. Data BNPB per pukul 12.30 WIB mencatat sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, serta 11 orang lainnya menderita luka ringan akibat peristiwa tersebut.

Terkini