Presiden Prabowo Gagas DDMF Danantara Guna Biayai Proyek Strategis Bangsa

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:57:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF) selaku sarana yang bakal dipakai buat menyiapkan, mengembangkan, serta membiayai rencana strategis jangka panjang yang belum sanggup didanai lewat investasi komersial jangka pendek. 

Prabowo menuturkan DDMF ialah bagian dari Danantara yang mesti berfungsi sebagai pembangun kapasitas negara buat puluhan tahun ke depan. Lewat instrumen itu, dana kedaulatan Indonesia bakal diarahkan dengan disiplin serta profesional guna membiayai proyek-proyek transformasional. 

“DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi bangsa, tetapi belum dapat dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek,” kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Dia menyebutkan sejumlah agenda yang bakal menjadi target investasi DDMF, diantaranya proyek mobil nasional, motor nasional, serta proyek Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa. 

“Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional pada proyek mobil nasional, proyek motor nasional, proyek Giant Sea Wall, dan proyek-proyek transformasional lain yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya. 

Menurut Prabowo, Indonesia harus belajar dari Belanda dalam membangun sarana perlindungan jangka panjang. Dia menilai konstruksi infrastruktur semacam itu tidak perlu menunggu hadirnya musibah.

Prabowo mengutarakan Giant Sea Wall di Belanda saat ini melindungi jutaan jiwa dan menjadi simbol keunggulan teknologi nasional negara tersebut. Adapun pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa, menurut Prabowo, harus lekas dimulai serta diarahkan menjadi sabuk pengaman bagi jutaan penduduk di kawasan Pantura. 

Selain fungsi pengamanan, rencana tersebut akan dikembangkan sebagai sarana air, rute pertumbuhan baru, serta proyek rekayasa guna meningkatkan kemampuan putra bangsa. 

“Giant Sea Wall kami di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura. Selain itu, Giant Sea Wall kami di pantai utara Jawa harus jadi infrastruktur air, jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa,” kata Prabowo.

Dia memprediksi pembangunan Giant Sea Wall memerlukan durasi sekitar 15 tahun hingga 20 tahun agar rampung. Namun, Prabowo menekankan pembangunan harus lekas dimulai. 

Prabowo memaparkan GSW nantinya bakal memiliki total panjang 575 kilometer. Adapun, kebutuhan pendanaannya diproyeksikan menyentuh angka US$100 miliar. 

Pembangunan tanggul laut tersebut akan dipilah menjadi 15 segmen. Menurut Prabowo, apabila seluruh segmen dapat dikerjakan secara bersamaan, pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa dapat diselesaikan dalam durasi sekitar delapan tahun.

Terkini