Penyaluran Barang Subsidi Lewat Koperasi Desa Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:48:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan bahwa seluruh ragam barang bersubsidi ke depannya akan didistribusikan secara langsung melalui perantara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menggarisbawahi bahwa komoditas bersubsidi sama sekali tidak boleh diperjualbelikan secara bebas mengingat pendanaannya bersumber langsung dari keuangan rakyat.

"Subsidi adalah uang rakyat. Barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat untuk rakyat, dan bukan dagangan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak negara akan mengambil alih penguasaan rantai pasok melalui institusi Kopdes Merah Putih guna mencegah terjadinya manipulasi pasar yang kerap dilakukan oleh para pemilik modal besar. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut bukanlah wujud dari sikap antipasar.

Prabowo menyatakan bahwa pihak pemerintah senantiasa mengakui keberadaan mekanisme pasar sebagai fondasi penggerak roda perekonomian. Kendati demikian, negara merasa perlu untuk turun tangan dan hadir ketika kekuatan modal swasta dinilai mulai sanggup mengatur, merusak, atau memanipulasi pasar.

"Kami tidak antipasar, tidak bisa kami antipasar. Ekonomi didasarkan atas bergeraknya pasar, tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar," kata Prabowo.

Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen strategis guna mengorganisasi sekaligus memberdayakan masyarakat secara langsung dari tingkat akar rumput.

Prabowo menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada sebanyak 10.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berhasil didirikan dan mulai beroperasi. Dari total keseluruhan tersebut, sebanyak 3.300 koperasi dilaporkan telah berfungsi secara optimal. Pemerintah sendiri mematok target ambisius agar jumlah tersebut dapat melonjak hingga mencapai 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berdiri dan beroperasi dengan baik pada penghujung tahun 2026.

"Dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dalam sejarah Republik Indonesia untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri sehingga kami tidak bisa dipermainkan saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar," ujarnya.

Terkini