Tangani Korban Karhutla, Kemensos Kerahkan Relawan dan Safe House

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:48:02 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. [Foto: DOK. Humas Kemensos]

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mematangkan penyaluran bantuan logistik pokok beserta pendampingan psikososial untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berbekal data tunggal dalam mengenali daftar keluarga penerima serta mendata kebutuhan di lapangan.

“Datanya sama dan kami bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kami lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, kami mendirikan safe house,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).

Merujuk pada hasil pemetaan dan analisis kebutuhan bersama jajaran pemerintah daerah, Kemensos mengirimkan serangkaian bantuan demi mencukupi kebutuhan pokok warga terdampak.

Guna mempercepat proses penyaluran, Gus Ipul yang merupakan sapaan karib Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) beserta relawan menuju lokasi. Mereka mendampingi pembagian logistik warga di lapangan.

“Yang sudah kamia salurkan diantaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kami menurunkan SDM, Tagana, dan relawan, yang bersama Kemensos melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul

Fasilitas safe house difungsikan sebagai lokasi evakuasi aman sementara bagi warga terdampak karhutla. Warga yang menempati safe house turut memperoleh jaminan pemenuhan kebutuhan pokok.

“Kami juga memberikan layanan psikososial bersama dengan Kemenkes berupa layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak,” kata Gus Ipul.

Guna menunjang efisiensi tanggap bencana di pelbagai daerah, Kemensos mengoptimalkan peran 31 titik lumbung sosial (shelter) yang tersebar di 16 provinsi, terbentang dari Aceh hingga Papua.

Keberadaan lumbung sosial tersebut, sambungnya, menjadi bukti kesiapan Kemensos dalam menyediakan area pengungsian yang aman, pemenuhan logistik dasar, penanganan kesehatan dan psikososial, hingga pusat koordinasi serta informasi.

“Soal tempat logistik atau lokasi shelter Kemensos berada di 16 provinsi, 31 lokasi shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira dukungan Kemensos, kami siap bekerja sama di bawah arahan Pak Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan). Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB,” kata Gus Ipul.

Skema penanggulangan bencana secara padu melibatkan unsur TNI, Kepolisian, Tagana, hingga para relawan. Sinergi ini dijalankan guna memastikan penyaluran logistik serta pendampingan warga terdampak bisa terealisasi dengan sigap sesuai kondisi di lapangan.

“Pada prinsipnya, kami akan memberikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos untuk semua keluarga terdampak, (kolaborasi) beserta dengan kementerian-kementerian yang lain,” ujar Gus Ipul.

Terkini