Mengenal Tren Kopi Jamur, Minuman Berenergi dengan Manfaat Fungsional

Kamis, 13 Agustus 2026 | 05:03:01 WIB
Tren Kopi Jamur. (Foto: NET)

JAKARTA - Kopi selama ini dikenal sebagai seduhan utama untuk menambah stamina dan menjaga raga tetap terjaga. Namun, bagi sebagian individu, konsumsi kafein justru dapat memicu rasa cemas atau mengganggu durasi istirahat. 

Sekarang, muncul tren kopi jamur yang menawarkan perpaduan kopi dengan ekstrak fungi fungsional. Walau namanya kopi jamur, sajian ini tidak memakai jamur yang umumnya dikonsumsi sebagai bahan masakan.

Melansir Time.com, Ahli diet-nutrisionis terdaftar sekaligus profesor emeritus bidang pediatri di Albert Einstein College of Medicine Keith Ayoob menjelaskan, kopi jamur umumnya dibuat dari campuran bubuk atau ekstrak jamur dengan kopi bubuk. 

Jenis jamur yang digunakan antara lain lion's mane dan chaga, yang termasuk dalam kelompok jamur fungsional. 

“Ini bukan jamur kancing, portobello, cremini, tiram, atau shiitake yang biasa Anda gunakan untuk memasak. Bukan pula jamur psikedelik,” jelas Ayoob. 

Dengan kata lain, konsumsi kopi jamur tidak membuat seseorang mengalami efek halusinasi seperti jamur psikedelik.

Disebutkan bahwa cita rasa kopi jamur juga berlainan dari jamur yang lazim dimasak. Minuman ini cenderung memiliki nuansa rasa yang lebih earthy atau menyerupai rasa umami. Kopi jamur pada dasarnya memadukan kopi dengan ekstrak jamur yang disebut memiliki sejumlah kandungan bioaktif. 

Jenis jamur yang sering digunakan antara lain lion's mane, reishi, chaga, cordyceps, dan turkey tail. Sejumlah riset terhadap jamur obat memperlihatkan adanya senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, imunomodulator, hingga antikanker. 

Namun, bukti tersebut tidak serta-merta berarti kopi jamur dapat memberikan seluruh khasiat kesehatan tersebut. Pasalnya, studi yang secara khusus menguji kegunaan kopi jamur sebagai sebuah minuman masih terbatas. 

Oleh karena itu, klaim kesehatan dari produk kopi jamur sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan atau solusi untuk kondisi kesehatan tertentu.

Ahli terapi nutrisi Claire Barnes dalam happiful.com mengatakan sejumlah riset awal terhadap jamur fungsional menunjukkan potensi manfaat pada fungsi kognitif, respons terhadap stres, sistem kekebalan tubuh, aktivitas antioksidan, hingga kualitas tidur. 

Menurutnya, lion's mane menjadi salah satu jenis jamur yang banyak mendapat perhatian karena potensinya dalam mendukung fungsi kognitif. 

Sementara itu, cordyceps banyak diteliti berkaitan dengan performa olahraga dan penggunaan oksigen. Jenis reishi juga kerap dikaitkan dengan relaksasi, modulasi sistem imun, dan dukungan terhadap tidur. 

Meski demikian, Barnes mengingatkan bahwa bukti pada manusia masih terbatas, sehingga manfaat tersebut tidak seharusnya dibesar-besarkan.

Popularitas kopi jamur sendiri dinilai berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilih makanan dan minuman. Banyak orang kini tidak hanya mencari produk yang lezat, tetapi juga mendambakan manfaat tambahan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. 

Menurut Barnes, kopi jamur menjadi menarik karena menyasar orang yang merasa penat dan stres, tetapi tetap membutuhkan konsentrasi untuk menjalankan kegiatan. 

Di sisi lain, asupan kafein berlebih pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa gelisah, kecemasan, penurunan stamina setelah efeknya berakhir, hingga gangguan tidur. 

Kopi jamur kemudian hadir sebagai opsi yang dianggap lebih fungsional karena tetap menjaga kebiasaan minum kopi sambil menambahkan ekstrak jamur fungsional. 

Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya minat terhadap makanan dan minuman fungsional, yakni produk yang disantap bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena manfaat tambahan yang ditawarkan.

Walaupun demikian, kopi jamur tetap bukan berarti bebas kafein. Kadar kafeinnya bergantung pada jenis dan jumlah kopi yang dipakai dalam produk. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, penting untuk tetap memperhatikan informasi kadar kafein pada kemasan sebelum mengonsumsinya. 

Dengan begitu, kopi jamur dapat dipandang sebagai salah satu alternatif minuman, bukan sebagai pengganti kopi biasa ataupun solusi instan untuk beragam masalah kesehatan.

Terkini