Xavi Hernandez Resmi Latih Timnas Belanda, KNVB Akhiri Tradisi 48 Tahun

Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:52:02 WIB
Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. (Foto: NET)

JAKARTA — Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) secara resmi mengangkat Xavi Hernandez sebagai juru taktik anyar Timnas Belanda untuk menggantikan posisi Ronald Koeman. Tokoh legendaris Barcelona Xavi Hernandez meneken kontrak kerja sebagai manajer Timnas Belanda sampai ajang Piala Dunia 2030. 

Pemilihan Xavi menjadi salah satu keputusan paling monumental bagi KNVB dalam beberapa kurun waktu terakhir. Disamping mengusung reputasi besar sebagai eks pemain serta pelatih Barcelona, figur asal Spanyol itu pun tercatat menjadi manajer luar negeri perdana yang menakhodai De Oranje dalam kurun waktu 48 tahun ke belakang. 

Sebelum kehadiran Xavi, juru taktik asing terakhir yang menukangi skuad timnas Belanda ialah Ernst Happel asal Austria yang mengantarkan De Oranje berlaga di ajang Piala Dunia 1978. 

Pihak KNVB menaruh harapan agar kedatangan Xavi mampu menghadirkan karakter permainan yang jauh lebih agresif menyerang lewat dominasi pengoperan bola sebagai landasan krusial.

Prinsip tersebut dianggap seirama bersama warisan sepak bola Belanda yang selama ini melekat erat pada corak total football. Xavi mengakui mempunyai ikatan batin yang erat bersama dunia sepak bola negeri tulip tersebut. 

Berdasarkan pandangannya, draf pemikiran tokoh legendaris layaknya Johan Cruyff serta Rinus Michels terbukti membentuk sudut pandang pola main semenjak dirinya menimba pendidikan di akademi Barcelona. 

"Merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dibina di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, kami merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, kami adalah putra sepak bola Belanda," ucap Xavi Hernandez dalam keterangan resmi KNVB.

Selain Cruyff beserta Michels, Xavi turut menyinggung Louis van Gaal serta Frank Rijkaard sebagai figur vital sepanjang lintasan profesinya. Van Gaal bertindak sebagai pelatih yang memberikan kans penampilan perdana bagi Xavi bersama skuad senior Barcelona pada 1998. 

Semasa aktif merumput, Xavi dikenal sebagai salah satu pengatur serangan terhebat sepanjang sejarah sepak bola kontemporer. Selama 17 musim memperkuat Barcelona, ia menyumbangkan 8 titel Liga Spanyol serta 4 piala Liga Champions. 

Berbarengan dengan timnas Spanyol, Xavi pun ambil bagian sebagai pilar generasi unggul yang menjuarai Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, serta Piala Eropa 2012.

Kendati memegang nama besar sebagai atlet lapangan hijau, rekam jejak Xavi di ranah manajerial masih mengundang perhatian publik. Dirinya sempat menggapai kejayaan bersama klub asal Qatar, Al Sadd, sebelum pulang kembali ke Barcelona pada 2021. 

Ketika menukangi Blaugrana, Xavi sukses mengantarkan klub merengkuh piala La Liga serta Piala Super Spanyol pada 2023. Walau demikian, performa yang kurang stabil menyebabkan pihak Barcelona menyudahi ikatan kerja sama bersama Xavi pada bulan Mei 2024. 

Selepas dua tahun menganggur tanpa klub, Xavi akhirnya menyambut tantangan anyar bersama skuad timnas Belanda. Kewajiban utamanya yakni memulihkan wibawa De Oranje supaya kembali menjadi salah satu kekuatan sentral sepak bola global sekaligus mengawal tim bertarung pada level tertinggi sampai perhelatan Piala Dunia 2030.

Terkini