Emiten Industri Kemasan Berlina BRNA Gelar Rights Issue Rp372,61 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:25:33 WIB
Emiten Industri Kemasan Berlina BRNA Gelar Rights Issue Rp372,61 Miliar. (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten industri kemasan plastik PT Berlina Tbk. (BRNA) berencana menggalang dana lewat Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue membidik maksimal Rp372,61 miliar.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian besar pelaksanaan hak akan dieksekusi oleh pemegang saham pengendali PT Dwi Satrya Utama (DSU) dan dilakukan melalui konversi utang menjadi modal.

Dalam aksi korporasi ini, BRNA akan menerbitkan maksimal 543,95 juta saham baru atau setara 55,56% dari jumlah saham sebelum PMHMETD III, dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham. Alhasil, dana yang dihimpun maksimal Rp372,61 miliar.

HMETD akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 5 Oktober 2026 dengan rasio setiap 9 saham lama memperoleh 5 HMETD. Setiap HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru.

DSU yang saat ini menguasai 54,57% saham Perseroan akan melaksanakan HMETD miliknya melalui set-off atas pokok utang Perseroan kepada DSU. Mekanisme serupa digunakan untuk HMETD yang diperoleh DSU dari pengalihan seluruh HMETD milik Lisjanto Tjiptobiantoro dan PT Niaga Karya Tunggal.

Dengan demikian, aksi rights issue ini secara efektif membuka jalan untuk DSU mengkonversi utang menjadi penyertaan modal ke dalam BRNA.

Nilai pokok utang Perseroan kepada DSU yang dapat dikonversi menjadi saham dalam PMHMETD III mencapai maksimal Rp264,38 miliar. DSU juga bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk menyerap sebagian sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD.

Apabila seluruh HMETD dan kewajiban sebagai Pembeli Siaga dijalankan, nilai utang yang dikonversi DSU mencapai maksimal Rp264,38 miliar. Sementara itu, saham baru yang ditawarkan kepada seluruh pemegang saham mencapai maksimal 543,95 juta saham.

BRNA juga menerbitkan maksimal 181,32 juta Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang melaksanakan haknya. Setiap pelaksanaan 3 saham baru memberikan hak atas 1 Waran Seri I.

Setiap Waran Seri I memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp800. Waran tersebut dapat dilaksanakan mulai 7 April 2027 hingga 8 Oktober 2029.

Total dana yang berpotensi diperoleh Perseroan dari pelaksanaan seluruh Waran Seri I mencapai maksimal Rp145,05 miliar.

Apabila saham yang ditawarkan tidak seluruhnya diserap pemegang HMETD, sisa saham akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang melakukan pemesanan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku. Jika masih terdapat sisa, DSU akan mengambil bagian sesuai kapasitasnya sebagai Pembeli Siaga.

Aksi rights issue ini sekaligus menambah jumlah saham beredar secara signifikan. Dengan penerbitan maksimal 543,95 juta saham baru, jumlah saham Perseroan setelah PMHMETD III berpotensi meningkat sekitar 55,56% dibandingkan jumlah saham sebelum pelaksanaan aksi korporasi.

Di sisi lain, penerbitan maksimal 181,32 juta Waran Seri I membuka potensi tambahan saham baru apabila seluruh waran dilaksanakan selama masa berlakunya.

Terkini