PT Merdeka Battery Materials Tbk Emisi Obligasi Senilai Rp2,33 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:16:02 WIB
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menerbitkan obligasi senilai Rp2,33 triliun untuk percepatan membayar lunas utang dolar AS yang akan jatuh tempo pada September 2026.

Berdasarkan prospektus obligasi, MBMA akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp2,33 triliun. 

Penawaran Umum Berkelanjutan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials dengan target dana yang dihimpun Rp16 triliun.

Sejauh ini, MBMA sudah mengeksekusi PUB Obligasi Berkelanjutan I tersebut senilai Rp11,16 triliun. Obligasi Berkelanjutan I MBMA Tahap V Tahun 2026 diterbitkan dalam tiga seri.

Seri A memiliki pokok Rp1,71 triliun dengan tingkat bunga tetap 9% per tahun dan tenor 367 hari kalender sejak tanggal emisi. Seri B memiliki pokok Rp529,97 miliar dengan bunga tetap 10% per tahun dan tenor tiga tahun. Sementara itu, Seri C memiliki pokok Rp95,34 miliar dengan bunga tetap 10,5% per tahun dan tenor lima tahun.

Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 1 Desember 2026, sedangkan pelunasan pokok dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo masing-masing seri.

Dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar Rp2,33 triliun atau setara US$130,7 juta akan digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang Fasilitas B berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit MBMA US$250 juta.

Fasilitas kredit tersebut ditandatangani pada 3 Oktober 2025 dengan jumlah pokok hingga US$250 juta. Pembayaran akan dilakukan kepada para kreditur melalui PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB).

Per 11 Agustus 2026, saldo pinjaman Fasilitas B tercatat US$150 juta atau setara Rp2,67 triliun. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 28 September 2026.

MBMA pun akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk melunasi seluruh pokok utang Fasilitas B tersebut. Setelah pembayaran, saldo kewajiban MBMA pada Fasilitas B diperkirakan tersisa US$19,3 juta.

Dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada 11 Agustus 2026 sebesar Rp17.795 per dolar AS, kebutuhan pelunasan utang Fasilitas B mencapai sekitar Rp2,67 triliun. Adapun dana bersih dari penerbitan obligasi mencapai sekitar Rp2,33 triliun.

MBMA mengantongi peringkat idA atau Single A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi ini. 

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi yaitu PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Terkini