Wamenkes Bersama Wamendagri Tinjau Layanan Kesehatan dan Skrining TBC Lapas

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:28:31 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi dengan skrining Tuberkulosis (TBC), di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Kota Gorontalo, Kamis mengatakan mendampingi kunjungan tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri, ucapnya, menyaksikan secara langsung fasilitas kesehatan yang tersedia di Lapas Kelas IIA Gorontalo, meliputi dukungan tenaga medis beserta sarana serta prasarana layanan.

Wakil Menteri Kesehatan memandang eksistensi klinik di lingkungan lapas, menjadi elemen vital dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi para warga binaan.

Ia menaruh harapan agar fasilitas itu dapat dimaksimalkan untuk menjalankan Cek Kesehatan Gratis secara maksimal, mencakup pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular serta deteksi dini TBC.

Ia pun berpesan supaya kegiatan tersebut dapat diselaraskan dengan program pemerintah, yakni Cek Kesehatan Gratis bisa juga dilakukan pemeriksaan gula darah, tensi, kemudian kalau mengarah ke suspek infeksi TBC atau kelainan jantung, bisa diperiksa. 

"Bekerja sama dengan rumah sakit pun penting, sehingga kalau ada yang memang memerlukan rawat inap, bisa dilakukan," kata Wamenkes.

Kombinasi pemeriksaan kesehatan bersama skrining penyakit potensial, menurutnya, mempercepat identifikasi kasus serta menjamin warga binaan yang mempunyai faktor risiko, lekas memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

Maka dari itu, pihak pemerintah bakal mengoptimalkan seluruh klinik kesehatan yang ada di lapas seluruh Indonesia lewat sokongan perangkat medis, terutamanya instrumen pendukung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis bagi warga binaan.

Peningkatan tersebut menjelma komponen dari ikhtiar memperluas jaringan layanan kesehatan, seraya memastikan kelompok masyarakat di area pemasyarakatan memperoleh jangkauan deteksi dini serta pengawasan kesehatan secara berkesinambungan.

Ia mengharapkan warga binaan yang mempunyai faktor risiko dapat diawasi serta diperiksa secara berkala, meliputi tiap pekan apabila diperlukan, sehingga kondisi kesehatan mereka lekas tertangani dan tidak memburuk menjadi risiko yang lebih besar. 

“Ada 532 klinik kami petakan dulu, mengingat tiap wilayah beda-beda, ada yang besar ada yang kecil ada yang sedang jadi dibantu sesuai dengan kebutuhan,” kata Wamenkes.

Terkini