Kompetisi Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir Mulai 17 Oktober 2026 Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:21:32 WIB
Kapten Timnas Putri Indonesia, Safira Ika. (Foto: NET)

JAKARTA - Pulihnya perlombaan sepak bola wanita tanah air melalui Indonesia Women's League (IWL) 2026-2027 disambut gembira oleh sejumlah atlet. 

Sepasang pemain Timnas Putri Indonesia, Safira Ika dan Zahra Muzdalifah, beranggapan adanya kejuaraan menjadi langkah krusial dalam membentuk ekosistem sepak bola wanita yang jauh lebih ahli. 

Seusai sempat absen selama 7 tahun, Liga Putri Indonesia bakal kembali berlangsung mulai 17 Oktober 2026 dengan diikuti 6 klub, yakni FC Bekasi City, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, serta Garudayaksa.

Kapten Timnas Putri Indonesia, Safira Ika, mengaku lega karena para atlet saat ini kembali mempunyai perlombaan domestik yang dapat menjadi sarana pengembangan karier. 

"Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill," kata Safira Ika dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (12/8/2026). 

Atlet yang bakal memperkuat Dewa United tersebut beranggapan perlombaan reguler akan menolong atlet menjaga kondisi fisik sekaligus menambah mutu permainan melalui intensitas latihan serta laga yang berkelanjutan.

Menurutnya, aturan kontrak yang diterapkan klub-klub peserta juga menjadi fondasi penting bagi profesionalisme pesepak bola wanita di Indonesia. Safira turut memberikan apresiasi kepada PSSI serta seluruh pihak yang terlibat dalam usaha menghidupkan kembali perlombaan sepak bola wanita tanah air.

Sementara itu, atlet FC Bekasi City Zahra Muzdalifah menyambut baik pelaksanaan IWL meskipun dirinya masih menjalani pemulihan cedera serta diperkirakan baru bisa beraksi pada putaran kedua. 

Menurut Zahra, kehadiran perlombaan ini mewujudkan harapan para atlet wanita yang selama ini menantikan kembali adanya liga profesional di dalam negeri. 

"Meski masih 6 klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan," kata Zahra.

Dia juga beranggapan penerapan aturan drafting pada musim perdana menjadi solusi yang pas untuk menciptakan persaingan yang lebih merata. 

Melalui skema tersebut, atlet Timnas Putri Indonesia bakal didistribusikan ke sejumlah klub peserta dengan masing-masing tim diperkuat 6 atlet tim nasional. 

Menurut Zahra, format tersebut bisa menolong mengurangi kesenjangan mutu antarklub sekaligus menambah daya saing perlombaan. Selain itu, dia berharap para atlet yang belum membela tim nasional dapat memanfaatkan IWL sebagai ajang untuk memperlihatkan kemampuan serta membuka peluang berkarier secara profesional.

Dukungan terhadap pelaksanaan IWL juga hadir dari pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing. Dia beranggapan perlombaan perdana ini bakal menjadi tolok ukur penting dalam memetakan mutu atlet wanita Indonesia. 

"Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan," ujarnya.

Adapun laga pembuka Indonesia Women's League 2026-2027 bakal mempertemukan Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada 17 Oktober mendatang. 

Perlombaan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan sepak bola wanita Indonesia menuju sistem perlombaan yang lebih berkelanjutan serta kompetitif.

Terkini