Kebijakan Situasional, Sekolah Terdampak Karhutla Bisa Diliburkan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16:31 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA - Opsi peliburan sekolah di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibuka oleh pemerintah demi mengamankan pelajar dari paparan asap. Kebijakan tersebut bakal disesuaikan bersama situasi masing-masing wilayah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengutarakan bahwa pemerintah pusat telah berkoordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno perihal penanggulangan dampak karhutla, mencakup penyesuaian kegiatan belajar mengajar.

"Bilamana dirasa di lapangan untuk disesuaikan, ya kami tidak ada masalah untuk disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing,"

kata Prasetyo seusai menyaksikan gladi kotor persiapan pengibaran bendera HUT Ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dia menekankan peliburan sekolah bukanlah aturan nasional, melainkan putusan yang mampu diambil berdasarkan kondisi di lapangan. Penyesuaian kegiatan pun dapat diberlakukan pada sarana ataupun aktivitas publik lainnya.

Prasetyo memberikan contoh penutupan operasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ketika wilayah itu terdampak karhutla.

“Termasuk kan tidak hanya anak sekolah ya, seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kemarin kan juga secara operasional kemudian ditutup. Itu kan situasional saja,” katanya.

Prasetyo menuturkan pemerintah pusat senantiasa menyuplai dukungan guna mempercepat penanganan karhutla, termasuk memastikan ketiadaan hambatan administratif ataupun logistik dalam rangkaian pemadaman.

“Kami sudah koordinasi ke semua pihak, apa pun yang diperlukan, tidak boleh lagi ada kendala, baik secara administratif maupun secara logistik,” ujarnya.

Dia menyebutkan situasi kering akibat fenomena El Niño turut mempersulit pemadaman karhutla, salah satunya di wilayah Bromo yang sebelumnya masih menyisakan dua titik api.

Selain penanganan, Prasetyo meminta warga turut mencegah timbulnya titik api baru, mencakup tindakan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta membuka lahan dengan cara membakar.

“Misalnya buang puntung rokok jangan sembarangan, korek api jangan sembarangan, kemudian membuka lahan,” ujarnya.

Dia turut menyampaikan apresiasi kepada personel TNI, Polri, relawan, serta warga yang turut serta dalam pemadaman karhutla.

Berkenaan dengan sekolah yang telah diliburkan akibat karhutla, Prasetyo mengutarakan pemerintah masih menjalankan pengawasan.

“Kami monitor belum ya. Nanti kami coba cek kepada Pak Menko dan Pak Mendikdasmen,” kata Prasetyo.

Terkini