Kemendikdasmen Optimalkan Koordinasi TKA 2026 demi Kualitas Pembelajaran

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:00:32 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkokoh sinergi lintas pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk menjamin kesiapan penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 lewat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat tahun 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta pada Rabu memberikan penghargaan atas dedikasi seluruh elemen yang sudah menyelenggarakan TKA dengan optimal. 

Menurutnya, pelaksanaan TKA tahun 2025 meraih capaian terbaik dan mampu mendapatkan kepercayaan yang terus meningkat dari publik. 

Kepercayaan itu antara lain terlihat dari kian meluasnya penggunaan hasil TKA. Di antaranya, ungkap dia, yakni hasil TKA sudah menjadi salah satu acuan dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi serta dipakai dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), terutama pada jalur prestasi akademik.

“TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Lebih lanjut, ia menerangkan pemanfaatan hasil asesmen melalui konsep assessment of learning. Mu’ti menyatakan jika asesmen pada fase awal dipakai untuk mengevaluasi capaian pembelajaran, maka hasil asesmen tersebut berikutnya perlu digunakan sebagai masukan untuk menyempurnakan dan meningkatkan mutu proses pembelajaran.

“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kami mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” katanya.

Pada momen yang serupa, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan penyelenggaraan TKA adalah kerja bersama yang memerlukan kesiapan semua pihak. 

Keberhasilan TKA menurutnya tidak sekadar ditentukan saat pelaksanaan, melainkan bermula dari mutu koordinasi, akurasi perencanaan, serta kedisiplinan dalam menyiapkan tiap tahapan. 

Oleh karena itu, rakornas tersebut menjadi momentum strategis untuk memastikan seluruh penyelenggara mempunyai sudut pandang dan standar yang seragam. 

Koordinasi tersebut meliputi kesiapan kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, sampai strategi komunikasi publik.

Selanjutnya, Toni memandang Rakornas tersebut juga menjadi fase krusial dalam menyelaraskan penggunaan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026. Hasil TKA diharapkan dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan sebagai salah satu referensi data untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.

Terkini