Seskab Sebut Sebagian Besar Alumni MagangHub Langsung Terserap Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:03:02 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya [FOTO: NET].

JAKARTA - Kisar 30% sampai dengan 40% dari total 100.000 orang peserta program Pemagangan Nasional MagangHub 2025 diungkapkan langsung terserap di dunia kerja usai menuntaskan program magang berdurasi setengah tahun tersebut.

Pernyataan itu ditekankan secara langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ketika memimpin sesi konferensi pers pascaliputan acara seremoni Kick Off Pemagangan Nasional MagangHub Batch I Angkatan 2 bertempat di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dia memberikan penjelasan bahwa keseluruhan 100.000 peserta program pemagangan nasional edisi perdana yakni tahun 2025, telah merampungkan rangkaian programnya secara tuntas. Dari kuota keseluruhan tersebut, sekitar 30% hingga 40% langsung bekerja setelah mengikuti pemagangan.

"Alhamdulillah yang tahun lalu itu sudah selesai semua dan dari 100.000 itu 30%–40% langsung bekerja," kata Teddy.

Menurut pandangan Teddy, pihak pemerintah kembali meluncurkan program Magang Nasional pada tahun 2026 ini berkat instruksi langsung dari Presiden dengan mematok target sebanyak 150.000 orang peserta. Kendati demikian, kuota gelombang pertama yang resmi dibuka pada saat ini baru mencakup angka 50.000 peserta saja.

Adapun jatah 50.000 peserta gelombang berikutnya diagendakan bakal dibuka pada bulan depan, disusul kemudian oleh 50.000 peserta terakhir yang akan dibuka pada bulan-bulan berikutnya.

Pada momentum perjumpaan yang serupa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengemukakan bahwa program pemagangan nasional ini diposisikan sebagai salah satu program prioritas kepemimpinan Presiden yang dirancang agar mendatangkan manfaat nyata baik bagi individu peserta maupun bagi instansi perusahaan.

Dalam spektrum yang jauh lebih luas, program strategis tersebut pun difokuskan guna memangkas kesenjangan (mismatch) antara kompetensi riil tenaga kerja dengan tuntutan kebutuhan spesifik dari dunia industri.

"Ini program prioritas Presiden. Memberi manfaat bagi adik-adik sekalian, kedua bagi perusahaan, dan bagi bangsa dalam skala makro ini juga kami berharap bisa berdampak pada pengurangan mismatch dan berdampak pada produktivitas bangsa kami," kata Yassierli.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Darmawansyah menuturkan bahwa program pemagangan nasional ini merupakan salah satu komponen dalam paket kebijakan stimulus ekonomi 2026.

Program tersebut berfungsi sebagai instrumen vital pemerintah guna memperkokoh masa transisi bagi para lulusan perguruan tinggi saat beranjak keluar dari lingkungan dunia pendidikan formal menuju kancah profesional dunia kerja.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, setiap peserta memperoleh pengalaman kerja yang autentik, sementara pihak korporasi maupun instansi kementerian dan lembaga turut serta dalam menempa talenta-talenta muda agar selaras dengan kebutuhan organisasi serta dinamika dunia kerja terkini.

Pada pelaksanaan program tahun 2026 ini, tercatat ada sebanyak 3.672 pihak penyelenggara serta penyedia lowongan magang yang terdiri dari 1.830 entitas perusahaan swasta serta 1.842 unit kerja di lingkungan kementerian dan lembaga negara.

Dari akumulasi data tersebut, tersedia ketersediaan 28.455 posisi lowongan pemagangan dengan total kuota mencapai 54.304 peserta untuk tahap yang sedang dibuka saat ini.

Sebanyak 31.351 kuota dialokasikan pada perusahaan-perusahaan mitra, sedangkan sisa 23.053 kuota lainnya berada di dalam unit-unit kerja kementerian dan lembaga.

Terkini