Mentan Amran Siapkan Solusi Atasi Kendala Peternak Ayam Kecil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24:32 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa pihak pemerintah telah menyiapkan bermacam kebijakan taktis guna menanggulangi berbagai hambatan yang dihadapi oleh kalangan pelaku usaha, terutama peternak ayam skala mandiri.

Amran Sulaiman di Makassar, Selasa, mengemukakan bahwa salah satu formula yang disiapkan adalah dengan menggenjot penyerapan komoditas telur ayam lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian sudah membangun komunikasi serta koordinasi secara langsung dengan Kepala BGN perihal penyerapan hasil panen telur milik peternak lokal demi memenuhi kebutuhan logistik program tersebut.

“Satu yang kami minta yakni agar menyerap telur ayam peternak. Kami sudah bersurat resmi dan telepon langsung Kepala MBG, sudah setuju,” katanya usai memberikan motivasi kepada mahasiswa baru di JK Auditorium GOR Universitas Hasanuddin (Unhas).

Melalui terobosan itu, Amran berharap kebijakan tersebut mampu menghadirkan jaminan kepastian pasar bagi para peternak di tengah dinamika naik turunnya harga komoditas peternakan.

Di samping penyerapan hasil produksi telur, pemerintah pun menjamin ketersediaan pasokan pakan ternak yang terjangkau lewat instrumen program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang memperoleh sokongan subsidi dari negara.

Tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IKA Unhas tersebut turut mengutarakan bahwa dirinya telah menginstruksikan pihak Perum Bulog agar mendistribusikan pakan bersubsidi SPHP kepada para peternak sampai penghujung bulan Desember 2026.

“Yang kedua adalah minta pakan SPHP. Sekarang kami sudah perintahkan Bulog agar disalurkan sampai Desember. Itu sudah aman,” ujar dia.

Faktor beban biaya operasional produksi turut mendominasi perhatian serius pemerintah. Tingginya harga pakan serta pengadaan Day Old Chick (DOC) atau bibit anak ayam usia sehari dipandang sebagai komponen pengeluaran terberat yang wajib ditanggung oleh peternak.

“Yang terpenting, pemerintah harus berpihak pada peternak kecil. Sekali lagi, kami berada pada pihak peternak kecil,” katanya menjelaskan.

Pada momentum yang sama, Mentan juga mengaku telah menjalin dialog intensif bersama Ketua Asosiasi Peternak Indonesia guna memaparkan ragam langkah konkret yang sudah dieksekusi oleh pemerintah.

"Kami langsung minta karena kami kunjungan Jawa Timur. Sebentar kami rapat se-Indonesia (Surabaya). Semua yang produsen pakan, kemudian MBG, tim MBG, dari pertanian, dari Satgas, hadir semua,” ujar dia.

Amran menegaskan secara tegas bahwa negara tidak akan tinggal diam atau membiarkan para peternak kecil dirugikan oleh pihak manapun. Ia bahkan melontarkan ultimatum keras kepada para mafia serta oknum koruptor yang coba-coba mengusik kesejahteraan peternak.

Terkini