Bakamla RI Perkuat Kerja Sama Trilateral Pengamanan Laut dengan Dua Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:07:01 WIB
Pimpinan Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyelenggarakan latihan gabungan bersama penjaga pantai (coast guard) Malaysia serta Singapura sebagai langkah meningkatkan koordinasi pengamanan dan keselamatan maritim di wilayah perbatasan ketiga negara yang terletak di Kepulauan Riau (Kepri).

Pelatihan ini mengikutsertakan Bakamla RI, Singapore Police Coast Guard (SPCG), serta Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA).

Pimpinan Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah di Batam, Selasa, menuturkan bahwa latihan itu merupakan bagian dari kolaborasi trilateral yang dinamakan INSIMA, sebuah singkatan dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

"Ini menunjukkan bagaimana hubungan erat kita, persahabatan kita, kerja sama kita dengan Malaysia dan Singapura dalam menjaga keamanan, keselamatan maritim, keamanan laut," ujar Irvansyah di Pangkalan Bakamla Batam, Selasa (11/8/2026).

Ia menyampaikan bahwa agenda tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung dari tanggal 10 sampai 12 Agustus 2026, di perairan sekitar Kepulauan Riau. Seluruhnya ada sekitar 60 anggota dari ketiga negara yang ambil bagian dalam latihan tersebut.

Agenda itu merupakan bagian dari rangkaian High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation yang mempertemukan para petinggi coast guard dari masing-masing negara.

Rangkaian agenda tersebut diawali dengan penyambutan kapal SPCG White Tip Shark bernomor lambung PH58 serta kapal MMEA KM Sibuan 2224. Kedua armada tersebut disambut oleh satuan Bakamla RI, yakni CAT 508 dan HSC 32-02.

Di samping pertemuan tingkat tinggi, satuan kapal dan personel dari ketiga negara menjalankan latihan bersama sekaligus melihat latihan Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) yang diadakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Irvansyah mengungkapkan bahwa latihan tersebut diharapkan mampu menjadi model kerja sama pengamanan perairan bagi negara-negara lain di wilayah ini.

"Harapan kita ke depan yang akan kita capai bersama, yang pasti itu untuk keamanan laut di kawasan di antara tiga negara ini. Selat Malaka, Selat Singapura dan Laut Natuna. Mudah-mudahan dengan ini kompak, koordinasi lebih lancar," katanya.

Menurut pandangannya, kolaborasi trilateral tersebut sangat krusial mengingat ketiga negara berbagi wilayah perairan yang memiliki intensitas pelayaran sangat tinggi serta berbatasan langsung dengan berbagai macam ancaman keamanan maritim.

Director General MMEA Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah menyebutkan bahwa latihan tersebut juga menjadi momentum bagi tiap-tiap lembaga guna saling bertukar informasi, wawasan, serta praktik terbaik dalam melaksanakan tugas penjagaan perairan.

"Untuk kita meneruskan exercise seperti ini, antara lain di sini kita dapat melaksanakan best practices menjaga keamanan laut dan juga networking antarnegara," ujarnya.

Sementara itu, Commander Singapore Police Coast Guard SAC Ang Eng Seng menganggap kerja sama antara Bakamla RI, MMEA dan SPCG merefleksikan ikatan kuat yang terjalin antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

“Kami berharap kerjasama ini dapat berkontribusi terhadap terciptanya kawasan perairan regional yang lebih aman bagi masyarakat,” kata dia.

Terkini