Kemensos Benahi Kedisiplinan Pegawai Termasuk Praktik Judi Online

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:51:01 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Sosial merapikan kedisiplinan internal seluruh jajarannya, termasuk melakukan penyaringan oknum pegawai instansi itu yang kedapatan terlibat kegiatan judi online (judol).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf ketika menyampaikan instruksi kepada para staf di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Selasa, membeberkan bahwa aktivitas transaksi judi online kini mulai merambah para pegawainya sebagaimana mengacu pada catatan resmi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Masih ada di sekitar teman-teman yang belum disiplin, ada yang masih main judi online, data ini kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, bahkan ada yang main pada saat jam kantor," kata Saifullah.

PPATK, menurut dia, melaporkan bahwa setidaknya dalam kurun waktu 2024-2025 mencatat ada sebanyak 1.900 oknum pegawai kementerian sosial terindikasi terlibat transaksi judol, dengan jumlah transaksi keluar mencapai Rp8,6 miliar.

Adapun rincian oknum pegawai tersebut terdiri atas 1.800 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 42 PNS/Aparatur Sipil Negara (ASN), serta sisanya PPPK paruh waktu.

"Sebanyak 97,9 persen dari kelompok PPPK tersebut dipaparkan merupakan pegawai yang baru diangkat pada tahun 2025 dari eks tenaga non-ASN, sehingga temuan ini menjadi evaluasi terhadap saringan integritas pada proses pengangkatan pegawai," ungkap Saifullah.

Kementerian Sosial memandang kejadian tersebut menjadi persoalan gawat yang tidak hanya berisiko mengancam kedisiplinan pegawai, melainkan juga integritas mental pelayanan sehingga wajib ditindaklanjuti.

Oleh karena itu, Saifullah pun memastikan bahwa Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial bakal memvalidasi data tersebut, bahkan tidak tertutup kemungkinan memanggil oknum pegawai terkait guna memutuskan tindakan pembinaan.

"Paling tidak ini bisa jadi cermin buat kami. Kami punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kami sendiri harus disiplin," ucap dia di hadapan ratusan pegawai dengan muka mimik tersenyum tapi suara yang menekan.

Di samping penanganan itu, Mensos juga mengajak seluruh jajaran Kemensos agar menjauhi penyimpangan anggaran serta memperkokoh komitmen antikorupsi dalam menunaikan tugas pelayanan sosial masyarakat.

Dia mengakui, dirinya memegang banyak data mengenai pelanggaran kedisiplinan dari kategori ringan hingga berat dari seluruh unit kerja Kementerian Sosial di seluruh wilayah Indonesia.

"Saya nanti juga akan dikoreksi oleh penerus saya dengan Pak Wamen. Untuk itu Bapak-Ibu sekalian, waktu saya yang lima tahun ini saya ingin bersama teman-teman sekalian ini gandeng tangan bikin prestasi. Lalu naikkan tunjangan kinerja, kami naikkan!. Tukin itu halal itu, halal itu! Hidup Tukin! Hidup Tukin!," seru Mensos disambut sorak bersorak sangat meriah diiringi suara drum panjang.

Terkini