Kemenag Gelar Aksi Masif Bersih-bersih 50 Ribu Masjid di Indonesia Kini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44:31 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Agama melaporkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara nasional diikuti lebih dari 50 ribu masjid serta mushala di tanah air yang turut serta dalam aktivitas kerja bakti massal tersebut.

“Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Geber Mas 2026 dipusatkan dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. Agenda tersebut bukan sekadar kerja bakti massal, melainkan langkah membangun kesadaran ekologis lewat rumah ibadah.

Menag meletakkan kebersihan rumah ibadah dalam sudut pandang yang lebih luas. Ia menuturkan masjid bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi tempat perjumpaan manusia dengan Tuhan.

Sebab itu, menurut Menag, memelihara kebersihan masjid sejatinya merupakan langkah menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkokoh kualitas spiritual masyarakat.

Ia menjelaskan gagasan kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya berkaitan dengan aspek jasmani, tetapi juga mencakup kebersihan rohani. Meskipun demikian, kebersihan jasmani tetap menjadi syarat penting untuk menghadirkan atmosfer ibadah yang khusyuk.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut mendorong masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai aksi bersama yang melibatkan seluruh elemen keluarga.

Menurutnya, tradisi gotong royong membesihkan rumah ibadah perlu digalakkan kembali agar masjid tidak sekadar ramai saat shalat, tetapi juga menjadi tempat yang dijaga bersama oleh jamaah.

“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya,” kata dia.

Menag mengaitkan Geber Mas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan masjid harus tumbuh menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak sekadar melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, serta kebudayaan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menuturkan Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian agenda peringatan Muharram sekaligus penerapan dua program utama Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

“Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan Geber Mas tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, aksi tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dilakukan oleh pengurus masjid, masyarakat, serta terutama para penyuluh agama.

Abu Rokhmad menyebut sejumlah titik yang selama ini sering terlewat dari perhatian menjadi fokus utama aksi, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, sampai lingkungan di sekitar rumah ibadah.

Terkini