Baznas dan LPAI Jalin Kerja Sama Lindungi Anak Keluarga Prasejahtera

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:36:31 WIB
Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bekerja sama meningkatkan perlindungan anak di tanah air secara berkesinambungan, terutama bagi buah hati dari kelompok prasejahtera, sebagai langkah menciptakan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

"Persoalan seperti stunting, malnutrisi, putus sekolah, pekerja anak, pernikahan dini, kekerasan, trauma, hingga kemiskinan antargenerasi membutuhkan intervensi terintegrasi. Penguatan ketahanan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dari strategi ini," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Rizaludin mengungkapkan bahwa perlindungan terhadap anak mesti melibatkan tiga elemen yang saling terkait, yakni anak, keluarga, serta lingkungan. Menurutnya, anak yang terlindungi, tidak dapat dipisahkan dari situasi keluarga yang kuat serta lingkungan yang menunjang tumbuh kembangnya.

Dalam hal tersebut, Rizaludin menuturkan, Baznas bertekad untuk terus memaksimalkan dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), termasuk guna menunjang beragam kebutuhan anak beserta keluarganya. 

Penggunaan dana tersebut meliputi sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan khusus, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga edukasi serta advokasi.

"Anak bukan sekadar penerima manfaat, melainkan sumber daya manusia masa depan Indonesia. Kualitas Indonesia 2045 ditentukan oleh kualitas anak Indonesia hari ini. Setiap rupiah yang mencegah kerentanan anak hari ini adalah investasi untuk memutus kemiskinan antargenerasi," ujar Rizaludin.

Ia memastikan Baznas tidak mengambil peran negara dalam perlindungan anak, melainkan memperkokoh ekosistem perlindungan anak lewat instrumen filantropi Islam. 

Sebab, Rizaludin memandang kemitraan antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, serta lembaga filantropi diperlukan agar perlindungan anak tidak berjalan terpisah-pisah.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI Samsul Ridwan menyambut positif kemitraan bersama Baznas RI yang dianggapnya menjadi waktu yang tepat untuk mempertajam strategi pencegahan dalam perlindungan anak.

"LPAI memiliki jaringan dan pengalaman, Baznas memiliki kekuatan dalam pengelolaan dana sosial, sementara pemerintah dan masyarakat memiliki sumber daya masing-masing. Jika semua ini dipertemukan, kami bisa membangun ekosistem perlindungan anak yang jauh lebih kuat," kata Samsul.

Samsul menekankan kesiapan LPAI untuk bekerja sama secara inklusif dengan Baznas RI, pemerintah, pihak swasta, maupun elemen masyarakat lainnya.

"Ukuran keberhasilan perlindungan anak bukan hanya seberapa banyak kasus yang kami tangani, melainkan berapa banyak kasus yang berhasil kami cegah. Anak yang aman, keluarga yang kuat, dan lingkungan yang ramah anak adalah tujuan yang harus kami perjuangkan bersama," tutur Samsul Ridwan.

Terkini