Transformasi Pendidikan Nasional Dimulai dari Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:17:01 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan perubahan dunia pendidikan harus dirintis dari sumber masalahnya, yakni cara belajar para peserta didik saat berada di dalam ruang kelas.

Bagi Mu'ti, pendidikan bukanlah sekadar mengenai materi yang disampaikan, melainkan bagaimana tahapan menuntut ilmu dirasakan oleh peserta didik sehingga pengalaman belajar yang berkesan menjadi unsur utama dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif.

“Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa (11/8/2026).

Dirinya memaparkan Pembelajaran Mendalam disusun berlandaskan prinsip utama Mindful (berkesadaran), Meaningful (bermakna), serta Joyful (menyenangkan) yang menjadikan pengalaman menuntut ilmu peserta didik sebagai fokus utama.

Pandangan Mu'ti, inti dari Pembelajaran Mendalam ada pada watak dalam menyikapi tahapan menuntut ilmu, di mana bobot proses menjadi aspek sentral yang menentukan keberhasilan, serta wajib disokong dengan sudut pandang yang menjunjung tinggi setiap peserta didik.

“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Di atas itu semua adalah sikap pandang kita dalam memandang setiap murid, murid itu harus kita muliakan apa pun kemampuan akademiknya, apa pun latar belakang ekonominya, apa pun latar belakang (lainnya) dalam Pembelajaran Mendalam itu,” kata Mendikdasmen.

Pada momen yang serupa, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin memastikan penguatan Pembelajaran Mendalam (PM) merupakan bagian vital dalam menyusun transformasi pendidikan, termasuk di sektor vokasi agar bisa menjadi fleksibel.

Pemikiran Tatang, kegiatan semacam Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) di tingkatan SMK tidak hanya menitikberatkan pada perlombaan, melainkan menjadi sarana penghargaan bagi tenaga pendidik SMK untuk menanggapi kendala, mencari taktik belajar terkini, serta menularkan teladan baik yang bisa ditiru.

Lewat kegiatan tersebut, ia menuturkan alur dan riwayat pembelajaran dievaluasi secara komprehensif mulai dari pemetaan kendala, opsi pedagogis, sampai efek nyata terhadap pelajar.

“Aksi PM menjadi ruang apresiasi bagi guru SMK yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas. Karya yang ditampilkan menggambarkan perjalanan pembelajaran secara utuh, dari masalah yang dihadapi, strategi pedagogis yang dipilih, hingga bukti pembelajaran dan dokumen pendukung. Dengan kata lain, yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” kata Tatang.

Pendapatnya, pendidikan vokasi yang berkualitas memerlukan tenaga pendidik yang senantiasa menuntut ilmu dan berkarya demi mempersiapkan pelajar mengarungi tantangan masa depan.

Sebagai wawasan, rangkaian Aksi PM terjadi sejak 22 Juli sampai 9 Agustus 2026, dengan melibatkan 250 unit pendidikan target pelatihan tahun 2025 sampai terpilih 10 hasil karya terbaik yang mendapatkan bermacam kategori anugerah.

Terkini