SAMBAS — Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mulai membenahi tata kelola perkebunan sawit swadaya di Desa Batu Makjage, Kecamatan Tebas, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen yang dipimpin Heriyansah, bersama Ir. Sunardi dan Ketti Andrayani, menggandeng tiga mahasiswa untuk mendampingi Kelompok Tani Maju secara langsung di lapangan.
Pendampingan tidak berhenti pada transfer ilmu. Poltesa turut menyerahkan 150 bibit kelapa sawit unggul yang terdiri atas varietas Sriwijaya, Yangambi, dan TN 1. Bibit tersebut ditanam di kebun percontohan kelompok tani sebagai model pengelolaan yang lebih modern dan efisien.
Mengapa Sawit Swadaya Butuh Perhatian Khusus
Tim PKM melakukan pengamatan, diskusi, dan wawancara langsung dengan petani untuk memetakan persoalan dari hulu ke hilir. Mulai dari pemeliharaan tanaman, proses panen, hingga pemasaran hasil produksi menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.
Hasil identifikasi awal menunjukkan kebutuhan petani tidak hanya soal bibit, tetapi juga teknik budidaya yang tepat dan akses pasar yang lebih luas. Poltesa merespons dengan membangun kebun percontohan yang bisa menjadi sarana belajar bersama bagi anggota kelompok tani.
Bibit Unggul untuk Kebun Percontohan
Pemilihan varietas Sriwijaya, Yangambi, dan TN 1 bukan tanpa alasan. Ketiga jenis bibit ini dikenal memiliki potensi produktivitas tinggi dan adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan di Kalimantan Barat. Kebun percontohan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan yang baik mampu meningkatkan hasil panen petani swadaya.
Heriyansah menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pengelolaan perkebunan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, bukan sekadar seremonial.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Tani Maju, baik dalam peningkatan pengetahuan, produktivitas perkebunan, maupun kesejahteraan petani. Ke depan, kami juga berharap kelompok ini dapat berkembang lebih maju dan mampu memiliki badan usaha sendiri,” ujarnya.
Harapan Petani: Pendampingan Berkelanjutan
Ketua Kelompok Tani Maju, Syahrian, menyambut baik inisiatif Poltesa. Menurutnya, pendampingan teknis seperti ini jarang didapatkan petani swadaya yang umumnya mengelola lahan secara mandiri tanpa akses ke program pemerintah maupun perusahaan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian, ilmu, dan bantuan bibit yang diberikan. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga Kelompok Tani Maju semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.
Program ini menjadi salah satu upaya konkret mendorong perkebunan sawit rakyat yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sambas. Dengan adanya kebun percontohan, diharapkan praktik baik yang diterapkan dapat direplikasi oleh kelompok tani lain di Kecamatan Tebas dan sekitarnya.