Alasan BMKG Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:14:31 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan alasan fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 12 Agustus mendatang tidak dapat diamati dari kawasan Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan alasan fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 12 Agustus mendatang tidak dapat diamati dari kawasan Indonesia. 

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, serta Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyatakan jalur lintasan gerhana tersebut tidak melintasi daerah Indonesia. 

Disamping itu, fase gerhana berlangsung ketika kawasan Indonesia berada pada waktu malam hari. Sejumlah wilayah yang sanggup menyaksikan fenomena tersebut secara langsung diantaranya Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara. 

“Namun, untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu dikutip dari laman resmi BMKG pada Senin (10/8/2026).

Dia menguraikan fenomena gerhana tersebut dimulai dari fase Gerhana Sebagian (P1) pada pukul 15.34 UT (22.34 WIB), kemudian memasuki fase Gerhana Total di lokasi awal (U1) pada pukul 16.57 UT (23.57 WIB). 

Gerhana mencapai puncaknya pada pukul 17.45 UT (00.45 WIB, 13 Agustus 2026). Keseluruhan proses gerhana kemudian berakhir pada pukul 19.57 UT (02.57 WIB, 13 Agustus 2026).

Untuk dimengerti, Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, serta Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru. Pada puncak gerhana, piringan Bulan akan menutupi piringan Matahari secara utuh dari sudut pandang Bumi. 

Kondisi tersebut membuat suasana siang hari menjadi gelap selama beberapa saat di daerah yang dilintasi jalur bayangan inti (umbra). Sementara itu, daerah yang hanya terlintasi bayangan samar (penumbra) akan menyaksikan fenomena tersebut sebagai Gerhana Matahari Sebagian. 

“BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di lokasi pengamatan untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung, melainkan wajib menggunakan kacamata khusus berfilter matahari demi menjaga keselamatan mata,” tutup Ayu.

Terkini