Resmi Rampung, Telkom Alihkan Aset InfraCo Senilai Rp49,9 Triliun

Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:28:31 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyelesaikan proses pemisahan InfraCo Tahap 2 dengan besaran transaksi Rp49,9 triliun. Upaya ini meneruskan penataan lini usaha infrastruktur TelkomGroup melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). 

Sebelumnya, Telkom telah menuntaskan pemisahan InfraCo Tahap 1 yang berlaku efektif sejak Januari 2026. Secara keseluruhan, pengalihan kekayaan dan usaha dalam dua tahapan tersebut mencapai Rp85,7 triliun. 

Melalui tahap kedua ini, InfraNexia bakal mengurus lebih dari 90% kekayaan infrastruktur jaringan yang mulanya dimiliki Telkom. Kumpulan aset tersebut meliputi jaringan akses pelanggan, inti tulang punggung, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengungkapkan bahwa penataan tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi TelkomGroup guna mempertajam pengelolaan usaha infrastruktur digital. 

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian dalam keterangannya Minggu (9/8/2026).

Seiring pengalihan kumpulan aset tersebut, InfraNexia bakal mengurus sekitar 112.000 kilometer jaringan serat optik, termasuk kurang lebih 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di Nusantara. 

Penataan harta kekayaan itu menjadi bagian dari siasat Telkom guna memaksimalkan pemanfaatan fasilitas infrastruktur sekaligus membuka ruang pengembangan usaha konektivitas grosir. 

Telkom pun mengaitkan langkah itu dengan agenda pembukaan nilai dalam siasat TLKM 30, termasuk lewat monetisasi kekayaan infrastruktur seperti pusat data, menara, serta jaringan serat.

Direktur Pengembagan Bisnis Strategis & Portofolio Telkom, Seno Soemadji menuturkan bahwa pemisahan unit usaha infrastruktur diarahkan untuk membangun bisnis digital infrastruktur dengan proposisi nilai yang lebih kuat. 

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat," kata Seno.

Menurut dia, pembentukan InfraNexia menghadirkan keluwesan dalam mengoptimalkan kekayaan serta mengembangkan peluang kerja sama. Dari sisi kepemilikan, Telkom tetap menggenggam lebih dari 99% saham InfraNexia. Kendati demikian, perseroan tersebut bakal beroperasi secara profesional dalam melayani para pelanggan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menyatakan, selepas proses pemisahan usai, perseroan bakal memperkokoh sejumlah lini usaha konektivitas grosir, meliputi penyokong 5G, jaringan grosir, FTTx, serta berbagi infrastruktur pasif. 

"Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal," ujar Lukman.

InfraNexia turut mempercepat program pemodernisasian jaringan serta pengembangan jaringan otonom. Pengembangan itu ditujukan untuk mendongkrak efisiensi jaringan sekaligus menopang kebutuhan konektivitas yang bersinggungan dengan perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan, serta pusat data di Indonesia.

Bagi Telkom, pengalihan harta ini pun menjadi bagian dari ikhtiar menuju susunan induk strategis. Lewat pemisahan pengelolaan infrastruktur, TelkomGroup berupaya membuat masing-masing entitas lebih berkonsentrasi pada usahanya sekaligus mengatrol efisiensi pemanfaatan aset serta penanaman modal. 

Telkom menegaskan proses transaksi dijalankan dengan memerhatikan tata kelola perseroan serta ketentuan hukum beserta regulasi yang berlaku, mencakup aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan juga memastikan proses pengalihan tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada para pelanggan.

Terkini