Kenali Berbagai Faktor Pemicu Rasa Lelah Berkepanjangan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:49:02 WIB
Ilustrasi Oramg Kecapekan [FOTO: NET].

JAKARTA — Rasa letih adalah hal wajar setelah melakukan berbagai kesibukan. Namun, apabila tubuh senantiasa merasa capek meski waktu istirahat dirasa cukup, gejala tersebut bisa menjadi indikasi adanya hal lain yang patut diwaspadai. Mengutip Healthline, Sabtu (8/8/2026), keletihan yang terus menerus bisa dipicu oleh beragam faktor, mulai dari mutu tidur rendah, kurangnya nutrisi, stres menahun, pola makan tidak sehat, hingga masalah kesehatan tertentu. Berikut sejumlah pemicu yang membuat seseorang terus merasa letih:

Kurang tidur Tidur yang cukup dan berkualitas amat diperlukan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi vital. Kekurangan tidur atau mutu tidur buruk ternyata dapat mengakibatkan tubuh gagal mencapai pemulihan maksimal sehingga seseorang tetap merasa letih di siang hari. Contohnya penderita insomnia. Kondisi ini dapat dipicu oleh beragam faktor, antara lain menopause, kondisi medis tertentu, tekanan psikologis, lingkungan tidur yang kurang mendukung, serta stimulasi mental yang berlebihan. 

Jika mengalami insomnia, sejumlah penanganan seperti suplemen alami, obat-obatan, serta pengobatan terhadap kondisi medis yang mendasarinya dapat membantu. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh perawatan dan penanganan yang sesuai agar mendapat tidur berkualitas dan tidak lagi kelelahan.

Kekurangan nutrisi Kekurangan sejumlah zat gizi pun bisa mengakibatkan keletihan, sekalipun seseorang telah tidur lebih dari tujuh jam. Healthline mencatat, kurangnya beberapa nutrisi yang berkaitan dengan rasa letih antara lain zat besi, vitamin B2, B3, B5, B6, folat, vitamin B12, vitamin D, vitamin C, dan magnesium. Namun, lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terlebih dahulu agar dapat membantu mengetahui apakah terdapat defisiensi tertentu.

Stres berkepanjangan Stres pada kadar tertentu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, stres yang terjadi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap keletihan fisik maupun psikologis. Stres kronis juga dapat berkaitan dengan kondisi keletihan akibat stres yang memiliki gejala fisik dan psikologis.

Kondisi medis tertentu Keletihan yang tidak diketahui penyebabnya dan berlangsung terus-menerus bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan keletihan antara lain sleep apnea, hipotiroidisme, diabetes, depresi, gangguan kecemasan, penyakit ginjal, fibromyalgia, multiple sclerosis, hingga sindrom keletihan kronis.

Pola makan tidak seimbang Asupan makanan turut memengaruhi tingkat energi tubuh. Pola makan yang tidak menyediakan cukup kalori, protein, vitamin, dan mineral dapat membuat tubuh kekurangan sumber energi dan nutrisi yang dibutuhkan. Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi yang mencakup buah, sayuran, kacang-kacangan, serta sumber protein dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Konsumsi makanan ultra-proses dan gula tambahan secara berlebihan juga dapat memengaruhi energi serta kualitas tidur.

Terlalu banyak kafein Konsumsi kafein berlebihan dapat mengganggu tidur. Gangguan tidur tersebut kemudian dapat membuat seseorang lebih letih pada hari berikutnya. Kondisi ini berpotensi membentuk siklus ketika rasa letih mendorong konsumsi kafein lebih banyak, tetapi kafein kembali mengganggu kualitas tidur.

Kurang minum Dehidrasi juga dapat menyebabkan energi tubuh menurun. Tubuh kehilangan cairan melalui urine, feses, keringat, dan pernapasan sehingga cairan tersebut perlu digantikan. Ketika asupan cairan tidak mencukupi, seseorang dapat mengalami gejala seperti keletihan, rasa haus, pusing, dan sakit kepala. Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda tergantung sejumlah faktor, termasuk usia, berat badan, dan tingkat aktivitas.

Kelebihan berat badan atau obesitas Kelebihan berat badan juga dapat berkaitan dengan rasa letih. Salah satu faktornya adalah meningkatnya risiko obstructive sleep apnea atau apnea tidur obstruktif, yang dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan rasa kantuk pada siang hari. Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan peningkatan rasa kantuk pada siang hari, termasuk pada kondisi ketika seseorang tidak mengalami sleep apnea.

Pola kerja bergilir Pekerjaan dengan sistem shift dapat mengganggu pola tidur karena seseorang harus beraktivitas pada waktu yang tidak sesuai dengan ritme tidur normal. Gangguan terhadap pola tidur tersebut pada akhirnya dapat memicu rasa letih dan mengurangi tingkat energi pada siang hari.

Kurang bergerak Gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga dapat berkontribusi terhadap rasa letih. Aktivitas fisik secara rutin justru dapat membantu mengurangi keletihan secara keseluruhan. Karena itu, terlalu banyak menghabiskan waktu dalam kondisi tidak aktif dapat membuat tubuh terasa lebih mudah letih.

Konsumsi alkohol atau ketergantungan zat tertentu Ketergantungan terhadap alkohol maupun zat tertentu dapat berkaitan dengan keletihan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi pola tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

Efek samping obat Sejumlah obat dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan gangguan tidur atau peningkatan rasa letih. Healthline mencatat beberapa kelompok obat, termasuk steroid, obat tekanan darah, dan antidepresan, dapat berkaitan dengan efek samping tersebut. Namun, disarankan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Terkini