Rekam Jejak JBS Group, Raksasa Protein Brasil yang Digaet Danantara

Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36:31 WIB
Warga melintas di depan Wisma Danantara Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) baru saja meresmikan kemitraan strategis bernilai fantastis bersama JBS Group. Lewat suntikan dana tahap awal senilai US$2,5 miliar atau setara Rp44,75 triliun, Danantara secara resmi memegang 25% saham pada entitas patungan (joint venture/JV) yang akan mengelola operasional raksasa protein tersebut di wilayah Australia dan Selandia Baru.

Kemitraan yang mengusung potensi penggalangan modal hingga US$5 miliar ini menempatkan JBS Group sebagai mitra krusial dalam misi Danantara memperkokoh ketahanan pangan serta memajukan sektor protein di Indonesia.

"Kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” kata Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Lantas, bagaimana rekam jejak JBS Group di ranah global?

Profil JBS Group Merujuk pada profil perusahaan di laman resminya, JBS merupakan korporasi multinasional asal Brasil yang diakui sebagai salah satu produsen makanan terbesar di tingkat global. Entitas ini bukan pemain baru, melainkan telah menorehkan rekam jejak operasi yang panjang selama lebih dari 70 tahun.

Skala bisnis JBS di tingkat internasional tergolong sangat masif. Saat ini, perusahaan mengelola lebih dari 250 unit usaha yang tersebar di bermacam belahan dunia, seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Kanada. Dari sisi pangsa pasar, jangkauan produk JBS telah menembus dan dipasarkan di lebih dari 180 negara.

Pihak JBS mengklaim ditopang oleh lebih dari 280.000 tenaga kerja yang menjadi penggerak inovasi harian perusahaan. Variasi portofolio produk yang disajikan pun amat beragam. Rantai pasok mereka membentang dari komoditas daging segar dan beku sampai ragam olahan makanan siap saji (ready-to-eat meals). Seluruh jajaran produk tersebut didistribusikan melalui beragam merek di pasar global.

Di tanah airnya, Brasil, JBS mempekerjakan sekitar 158.000 karyawan. Jaringan operasional domestiknya mencakup lebih dari 137 fasilitas, mulai dari kantor operasional, pusat logistik dan distribusi, hingga gerai ritel Swift. Adapun lini bisnis utamanya di Brasil digerakkan lewat deretan merek dan unit usaha ternama, antara lain Friboi, Seara, Swift, JBS Leather, JBS New Businesses, JBS Terminais, serta JBS Biotech.

Tak sebatas menggeluti sektor pangan dan protein, JBS turut mengepakkan sayap bisnisnya ke bermacam lini usaha pendukung guna memaksimalkan nilai tambah pada rantai pasok sekaligus mendorong praktik bisnis berkelanjutan. Perusahaan asal Amerika Selatan ini tercatat ikut merambah industri pengolahan kulit (leather), biodiesel, kolagen, selongsong alami (natural casings), kemasan kaleng/logam, armada transportasi, hingga tata kelola limbah dan daur ulang.

Di pasar Indonesia, salah satu merek JBS yang beredar yakni JBS Safety, yang merupakan produsen sepatu pengaman (safety) dan taktis buatan dalam negeri. JBS Safety memasarkan bermacam produk seperti safety sneakers, safety boots, sepatu taktis, hingga pakaian kerja pendukung.

Terkini