Tekan Risiko Kredit, NPF BRI Finance Turun Jadi 1,82 Persen Hingga Juli Tahun 2026 Ini

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:37:32 WIB
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani. (Foto: NET)

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan perbaikan kualitas pembiayaan hingga Juli 2026. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani menuturkan non-performing financing (NPF) menyusut sebesar 29 bps, yakni senilai 1,82% secara tahunan. 

Menurutnya, bahaya kredit tetap menjadi salah satu atensi dalam sektor pembiayaan. Walakin, ancaman tersebut dipandang masih sanggup dikendalikan melalui implementasi manajemen risiko yang tangguh, distribusi pembiayaan secara selektif, serta pengawasan mutu aset secara kontinu.

"Kami meyakini risiko tersebut masih dapat dikelola dengan baik sehingga pertumbuhan pembiayaan tetap terjaga secara sehat," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Selain itu, tiap-tiap lini pembiayaan pun dinilai mempunyai karakteristik serta profil risiko yang berlainan. Oleh karena itu tiap pengelolaan risiko terhadap masing-masing segmen pembiayaan akan dilakukan secara berbeda tergantung karakteristiknya. 

Di samping itu, memastikan mutu pembiayaan supaya tetap terkontrol di tengah fluktuasi ekonomi serta profil risiko nasabah yang terus berkembang dipandang masih menjadi salah satu tantangan utama yang layak dicermati.

Sejalan dengan itu, BRI Finance terus menjalankan penguatan underwriting, pengawasan portofolio, hingga strategi collection. 

Di samping itu, mereka pun bakal menerapkan early warning system guna mendeteksi potensi risiko sedari awal. BRI Finance juga senantiasa memprioritaskan proses seleksi pembiayaan yang prudent, pemantauan secara berkelanjutan, serta penerapan mitigasi risiko yang efektif guna menjaga kualitas portofolionya.

Terkini