Bali Ekspor Perdana 5 Ton Salak Karangasem ke Cina

Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:38:32 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya [FOTO: NET].

JAKARTA - Provinsi Bali untuk pertama kalinya mengekspor sebanyak 5 ton salak ke Cina pada Kamis (6/8/2026). Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya di Badung.

Salak yang dikirim merupakan salak asli Bali yang dibudidayakan di Kabupaten Karangasem atau dikenal masyarakat sebagai salak Karangasem.

Wakil Menteri Perdagangan menjelaskan ekspor perdana salak Bali ke Cina menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap komoditas asal Bali.

"Ini menjadi bukti produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional," jelas Roro, Kamis (6/8/2026).

Selain salak, Roro mengatakan Bali juga memiliki komoditas berpotensi ekspor seperti kopi dan kakao yang memiliki pasar global sangat besar.

Roro juga mendorong Bali tidak hanya mengekspor komoditas mentah, tetapi juga produk olahan, seperti cokelat premium yang telah diproduksi di Bali.

"Kami mendorong ekspor produk olahan seperti cokelat premium yang sudah banyak diproduksi di Bali. Jadi tidak hanya mengekspor produk mentah," kata Roro.

Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Anak Agung Ngurah Pradnyana Sunu mengatakan ekspor perdana salak dilakukan oleh pelaku usaha yang juga merupakan anggota GPEI. Menurutnya, permintaan salak dari Cina sangat tinggi.

"Ekspor ini bentuk nyata keberhasilan kami dalam misi perdagangan. Permintaan dari Cina sebenarnya terus ada, tidak berhenti. Orang Cina ternyata suka salak," jelas Sunu.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Provinsi Bali pada Juni 2026 berada di bawah capaian Mei 2026, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Juni 2025.

Nilai ekspor Bali pada Juni 2026 tercatat sebesar US$43,9 juta atau meningkat 9,17% dibandingkan Juni 2025 yang mencapai US$40,2 juta.

Dari 10 negara tujuan utama ekspor Provinsi Bali pada Juni 2026, lima negara mencatatkan kenaikan secara tahunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada ekspor ke Vietnam yang melonjak 261,01%, didorong meningkatnya nilai ekspor produk ikan, krustasea, dan moluska.

Terkini