Rutinitas Malam Hari untuk Mengurangi Risiko Perut Kembung

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37:31 WIB
Ilustrasi- Perut kembung. (Foto: NET)

JAKARTA - Perut dapat terasa lebih penuh menjelang malam hari karena saluran pencernaan terisi oleh makanan, cairan, serta gas.

"Mengalami sedikit perut kembung di penghujung hari sebenarnya sangatlah wajar," katanya sebagaimana dikutip dalam sebuah siaran pada Selasa.

Perut kembung dapat diperparah oleh kebiasaan makan terlalu cepat, sembelit, intoleransi makanan, asupan natrium berlebih, konsumsi minuman berkarbonasi, perubahan hormon, serta ketidakseimbangan mikrobioma usus.

Apabila sering merasa terlalu kenyang atau kembung, maka terdapat anjuran untuk meninjau kembali kebiasaan makan serta beraktivitas setelah makan malam agar permasalahan tersebut dapat diperbaiki.

Para pakar menganjurkan penerapan beberapa rutinitas tertentu guna membantu mengurangi risiko perut kembung menjelang malam hari.

Berjalan kaki seusai makan malam

Aktivitas jalan kaki singkat setelah makan malam diyakini dapat membantu merangsang pencernaan sekaligus mendorong makanan serta gas bergerak secara lebih efisien di dalam saluran pencernaan.

Sejumlah riset menunjukkan bahwa pada individu yang mengalami masalah perut kembung kronis, berjalan kaki selama sepuluh hingga lima belas menit setelah makan dalam kurun waktu empat minggu mampu memberikan hasil yang sama efektifnya dengan penggunaan obat pemicu pergerakan usus.

Berdasarkan hasil penelitian, mereka yang membiasakan diri berjalan kaki seusai makan mengalami penurunan gejala kembung, frekuensi sendawa, serta penumpukan gas di dalam perut.

"Bahkan sekadar berjalan santai di sekitar lingkungan rumah pun dapat membantu pergerakan makanan dan gas di usus serta mengurangi perut kembung," ujarnya.

Mengunyah makanan lebih lambat

Kebiasaan menyantap makanan secara terburu-buru dapat memperparah kondisi perut kembung.

"Makan dengan cepat berarti Anda menelan lebih banyak udara dan memberi waktu lebih sedikit bagi lambung untuk merasakan kenyang," ujar seorang narasumber.

Mengunyah makanan secara perlahan memberikan kesempatan bagi gigi untuk memperkecil potongan makanan serta membantu air liur dalam memecah kandungan karbohidrat.

"Ketika makanan tiba dalam kondisi sudah terurai sebagian sebagaimana mestinya, lambung dapat memprosesnya dengan lebih efisien, hal ini dapat mengurangi risiko refluks serta meminimalkan rasa begah dan kembung setelah makan," tuturnya.

Upaya membangun kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan dapat dimulai melalui tindakan meletakkan sendok serta garpu sesudah menyuapkan makanan ke dalam mulut.

Luangkan waktu untuk bersantai sebelum tidur

Faktor stres dinilai mampu mempengaruhi kecepatan pergerakan makanan di dalam saluran pencernaan, tingkat sensitivitas usus terhadap gas, hingga respons pada otot perut yang secara keseluruhan berpotensi memicu rasa kembung.

Sebuah latihan pernapasan diafragma secara perlahan yang dilakukan selama lima hingga sepuluh menit sebelum maupun sesudah makan direkomendasikan guna membantu mengendurkan otot dinding perut serta menciptakan kondisi tubuh yang lebih rileks.

Menjalankan berbagai rutinitas yang bersifat menenangkan diyakini mampu mendukung sistem pencernaan agar berfungsi secara lebih sehat.

"Aktivitas menenangkan seperti yoga ringan, membaca, atau pernapasan dalam dapat membantu tubuh kami rileks dan mendukung pencernaan yang lebih sehat," katanya.

Mengonsumsi produk herbal

Sejumlah produk herbal seperti teh jahe ataupun kamomil diketahui memiliki efek menenangkan yang dapat diandalkan untuk membantu meredakan perut kembung.

"Jahe dapat membantu mengurangi sakit perut dan kembung, sementara kamomil dapat mendukung pencernaan yang lebih nyaman dengan mengurangi gas yang terperangkap," ia menjelaskan.

Daun mint atau peppermint turut dilaporkan mampu meredakan kembung melalui mekanisme merelaksasi otot-otot di sepanjang saluran pencernaan serta mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

Kendati demikian, efektivitas dari produk-produk herbal tersebut dapat menunjukkan hasil yang berbeda-beda pada setiap individu, seperti minyak peppermint yang justru berpotensi memperburuk masalah refluks asam bagi sebagian orang.

Terkini