BP Tapera Dorong Minat Rusun Subsidi Lewat Skema Pembiayaan FLPP Murah

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:41:01 WIB
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat memberikan sokongan terhadap lonjakan ketertarikan pada rumah susun subsidi lewat salah satu cara taktis yakni penyediaan pembiayaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang terjangkau.

"BP Tapera mendukung peningkatan minat terhadap rumah susun subsidi melalui beberapa langkah strategis.Penyediaan pembiayaan FLPP yang terjangkau dan suku bunga subsidi yang tetap rendah," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Rabu (5/8/2026).

Pimpinan lembaga tersebut kemudian mengemukakan bahwa taktik taktis yakni kesatu, memperkuat penyebaran informasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda serta pekerja perkotaan, mengenai keunggulan tempat tinggal bertingkat yang berdampingan dengan pusat kegiatan perekonomian.

"Kedua, kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang untuk memastikan rumah susun subsidi dibangun di lokasi yang memiliki akses transportasi, fasilitas umum, dan lingkungan yang baik," katanya.

Ketiga, sambungnya, pemanfaatan sistem digital dalam pelayanan pembiayaan, sehingga prosedur perolehan data serta permohonan kredit pemilikan rumah bersubsidi menjadi jauh lebih gampang dan kilat bagi warga.

Berikutnya, tutur figur pimpinan itu, taktik strategis kelima yakni memotivasi perwujudan barang dagangan yang selaras dengan keperluan warga berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan, baik dari segi rancangan, ukuran unit, sampai mutu kawasan.

Sebagai tambahan keterangan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman mengekspos penyediaan hunian di kawasan perkotaan diarahkan melalui pendirian tempat tinggal bertingkat.

Ia menuturkan kendala pengadaan hunian khususnya di wilayah perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan hunian.

"Backlog kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia, secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025," katanya.

Orang nomor satu di kementerian tersebut juga menerangkan tanah-tanah yang diserahkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional dimanfaatkan untuk pendirian rumah susun dan kota mandiri bagi publik.

Berkaitan dengan rumah susun, ucapnya, sungguh menjadi sorotan dari Presiden Prabowo serta Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

Terkini