Samsung Tindak Tegas Aplikasi TV Pintar Pembagi Koneksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:24:01 WIB
Samsung mengumumkan bahwa pihak korporasi melarang berbagai aplikasi yang berisiko membocorkan koneksi internet pengguna serta bakal meninjau ulang untuk menghapus perangkat lunak dengan kapabilitas serupa pada televisi pintar milik mereka. (Foto: NET)

JAKARTA — Samsung mengumumkan bahwa pihak korporasi melarang berbagai aplikasi yang berisiko membocorkan koneksi internet pengguna serta bakal meninjau ulang untuk menghapus perangkat lunak dengan kapabilitas serupa pada televisi pintar milik mereka sebagai respons atas temuan celah keamanan terkait aplikasi di televisi cerdasnya.

Berdasarkan laporan TechCrunch, kajian keamanan terbaru yang dirilis pada Senin (3/8) mengungkapkan bahwa sejumlah aplikasi televisi pintar buatan Samsung memuat kode yang membagikan sambungan internet pemilik perangkat kepada pihak luar, sehingga memicu ancaman pembajakan pada jutaan televisi pintar Samsung.

Hasil investigasi keamanan yang dijalankan oleh badan keamanan siber asal Norwegia, Mnemonic, memperlihatkan bahwa beberapa perangkat lunak di ekosistem televisi Samsung mempunyai fitur yang mampu menyalurkan trafik web pihak lain melewati jaringan internet rumah sehingga akses tersebut seolah-olah bersumber langsung dari pemilik televisi.

Berdasarkan temuan Mnemonic, salah satu perangkat lunak yang terdeteksi mempunyai fungsi tersebut yakni permainan Pac-Man sederhana yang sebelumnya sempat dipromosikan Samsung melalui kolom Pilihan Editor pada toko aplikasi mereka.

Badan keamanan siber tersebut menerangkan bahwa instalasi aplikasi itu berdaya ubah televisi pintar menjadi titik keluar proksi residensial, yang berpotensi dimanfaatkan untuk meneruskan arus data internet pihak eksternal agar aktivitas tersebut tampak bersumber dari jaringan internet pengguna.

Menanggapi laporan dari lembaga keamanan siber mengenai celah keamanan aplikasi di ekosistem televisi pintarnya, Samsung menyatakan bahwa pihak mereka telah melarang aplikasi yang berdaya guna membagikan sambungan internet pengguna.

"Kami telah membatasi pendaftaran aplikasi baru yang menggabungkan fungsi proksi semacam itu di platform Smart TV kami," kata juru bicara Samsung melalui surel kepada TechCrunch.

"Saat ini kami sedang menerapkan kebijakan pengembang yang ketat di seluruh platform yang secara eksplisit melarang SDK residential proxy, dan kami sedang berupaya untuk mengidentifikasi dan menghapus semua aplikasi yang saat ini tersedia di toko kami yang mengandung komponen-komponen ini," ia menjelaskan.

Kit Pengembangan Perangkat Lunak atau Software Development Kit (SDK) proksi residensial dapat bertahan dalam status nonaktif sampai akhirnya diaktifkan guna mengalihkan arus data internet pihak lain lewat gawai yang terhubung pada jaringan pengguna.

Kendala keamanan perangkat lunak tidak hanya melanda ekosistem televisi Samsung. Pada bulan sebelumnya, LG mengumumkan rencana penangguhan terhadap aplikasi yang sanggup mengubah televisi cerdas milik pengguna menjadi proksi residensial.

Di samping terdeteksi pada ekosistem televisi pintar, ancaman serupa turut hadir pada layanan jaringan pribadi virtual atau virtual private network (VPN), khususnya layanan VPN tanpa biaya.

Terkini

Google Chrome Hapus Aplikasi Total pada Oktober 2028

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27:02 WIB

Samsung Tindak Tegas Aplikasi TV Pintar Pembagi Koneksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:24:01 WIB

Bocoran Kamera Galaxy S27 Pro & Ultra Terungkap

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:22:31 WIB

Xbox 360 Segera Bisa Dimainkan di PC

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:21:01 WIB