Target 130 Juta, Cek Kesehatan Gratis Capai 73,8 Juta Per Juli

Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:57:01 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa hingga Juli 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 73,8 juta orang. Rinciannya, sekitar 62,7 juta orang menjalani skrining di puskesmas serta komunitas, sementara sekitar 11,1 juta anak diskrining di lingkungan sekolah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan di Jakarta, Selasa, bahwa pencapaian tersebut berasal dari target cakupan tahun 2026 yang dipatok sebanyak 130 juta jiwa. 

Pada tahun ini, pelaksanaan CKG dipusatkan pada tindak lanjut tiga kondisi kesehatan utama, yaitu tekanan darah, gula darah, serta kolesterol tinggi, guna mendongkrak angka harapan hidup dan umur harapan hidup sehat. 

"Indonesia tuh 72. Sekarang udah naik 74 ya. Nanti mau 2029 target umurnya 76 tahun," katanya.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes dr. Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa CKG 2026 mencatat lonjakan cakupan di seluruh kelompok umur, mencakup 1,5 juta bayi baru lahir serta 4,5 juta anak prasekolah. 

"Di sekolah sudah kami lakukan CKG sekolah, meskipun nanti bulan Agustus minggu kedua ini akan jauh lebih besar lagi. Untuk yang usia sekolah 14,6 juta dibandingkan tahun lalu 33 ribu. Pada dewasa tahun lalu sampai Juli 12 juta. Tahun ini sudah 43 juta," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa jumlah lansia yang mengikuti CKG pada tahun ini mencapai 9,7 juta orang, meningkat drastis dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan 2,4 juta lansia. Adapun beberapa provinsi dengan tingkat cakupan tertinggi meliputi Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Banten, serta Lampung.

Terkait tindak lanjut program, data Sistem Informasi pada tiga puskesmas memperlihatkan tata laksana kasus hipertensi berada di kisaran 43 hingga 62 persen. 

Meski cakupannya melampaui tahun 2025, Endang menyoroti masih adanya kendala di tengah masyarakat, mulai dari ketidaktahuan publik ihwal CKG, keengganan memeriksakan diri karena takut mengetahui hasil pemeriksaan, hingga kesibukan yang menyita waktu.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat agar rutin mengikuti CKG setiap tahun agar bisa mendeteksi lebih awal berbagai kondisi kesehatan yang sebelumnya tidak disadari. 

Sebagai contoh, pada tahun 2025 tercatat ada sekitar 36 juta orang yang tidak menderita diabetes melitus. Dari kelompok tersebut, sebanyak 8,39 juta orang kembali diperiksa pada 2026, dan hasilnya 188 ribu di antaranya ternyata telah terserang diabetes.

Dalam kesempatan yang serupa, Pakar Kesehatan Universitas Indonesia (UI) dr. Iwan Ariawan menilai bahwa apabila ketidaktahuan terhadap status kesehatan ini dibiarkan begitu saja, proyeksi pada tahun 2035 menunjukkan kasus hipertensi yang memburuk menjadi penyakit kardiovaskular dapat mencapai sekitar 5,9 juta. 

"Tapi kalau dengan CKG, ini bisa kami kurangin 30 persen. Yang lain sudah terlanjur karena sudah hipertensi sebelumnya, sudah tidak terkendali sebelumnya," katanya.

Terkini