TOTL Raih Kontrak Baru Rp 2,78 Triliun hingga Semester I-2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:10:01 WIB
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan perolehan kontrak baru bernilai kurang lebih Rp 2,78 triliun sampai paruh pertama 2026. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan perolehan kontrak baru bernilai kurang lebih Rp 2,78 triliun sampai paruh pertama 2026. Perolehan kontrak anyar ini didominasi oleh pengerjaan proyek pusat data (data center), fasilitas kesehatan, perhotelan, bangunan kantor, serta berbagai proyek penunjang lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta menyampaikan bahwa realisasi kinerja operasional maupun keuangan perseroan hingga periode tersebut senantiasa berjalan selaras bersama target yang sudah ditentukan.

"Kinerja operasional dan keuangan hingga Semester I-2026 masih inline dengan target yang telah ditetapkan," ujar Anggie, Senin (3/8/2026).

Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan usaha TOTL tercatat mencapai Rp 2,05 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 22,75% apabila disandingkan dengan periode serupa tahun lalu yang membukukan Rp 1,67 triliun. 

Di samping itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat tajam 54,60% menjadi Rp 269,74 miliar, dari sebelumnya senilai Rp 174,48 miliar pada semester I-2025.

Menapak paruh kedua tahun ini, pihak TOTL tetap optimistis bahwa target perolehan kontrak baru beserta target pencapaian kinerja sepanjang 2026 masih sanggup diraih. 

Rasa optimistis tersebut didukung oleh pipeline proyek yang saat ini masih mengikuti tahapan proses tender dengan nilai sekitar Rp 17,7 triliun.

Sebagai catatan, sebelumnya TOTL mematok target perolehan kontrak baru senilai Rp 4 triliun pada tahun 2026. Emiten tersebut turut membidik target pendapatan sebesar Rp 3,90 triliun serta laba bersih mencapai Rp 400 miliar pada tahun ini. 

Demi memacu ekspansi pendapatan serta laba pada semester II-2026, TOTL bakal terus memusatkan perhatian pada efisiensi dan optimalisasi operasional di tengah fluktuasi perekonomian.

Bergeser ke ranah investasi, TOTL menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 25 miliar sepanjang tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan perangkat lunak (software), sarana teknologi informasi (IT), serta kelengkapan perlengkapan proyek.

Di sisi lain, korporasi menilai bahwa dinamika ekonomi serta geopolitik internasional masih menjadi hambatan utama bagi sektor konstruksi karena berisiko memengaruhi fluktuasi harga maupun ketersediaan material bangunan.

“TOTL terus mengedepankan efisiensi, pengendalian biaya, serta mitigasi risiko pada setiap proyek sesuai dengan ketentuan kontrak," pungkasnya.

Terkini

Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Torres, Incar Rp 1 T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:38:01 WIB

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu, Fokus Latih Chelsea

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:35:01 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026 dan Klasemen Terbaru Pekan Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:33:02 WIB

Waspadai 7 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis dan Biayanya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:31 WIB

Persib Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27:02 WIB