Strategi Erajaya (ERAA) Genjot Bisnis Semester II-2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:07:01 WIB
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyusun berbagai langkah strategis guna menghadapi dinamika bisnis pada paruh kedua tahun berjalan. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyusun berbagai langkah strategis guna menghadapi dinamika bisnis pada paruh kedua tahun berjalan. Korporasi ini senantiasa memusatkan perhatian pada upaya mempertahankan ekspansi lewat penguatan fondasi usaha, pelebaran jaringan gerai ritel, serta optimalisasi efektivitas kerja operasional.

Head of Legal Counsel & Corporate Affair ERAA, Amelia Allen, menyatakan bahwa pencapaian kinerja hingga paruh pertama 2026 memperlihatkan tren yang menggembirakan serta selaras dengan proyeksi perseroan.

“Perseroan juga terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan Perseroan untuk tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat,” ujar Amelia, Rabu (28/7/2026).

Berdasarkan laporan keuangan, ERAA mencatatkan angka penjualan senilai Rp 42,90 triliun, melesat 22,39% secara tahunan (yoy) pada semester I-2026, bila dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 35,05 triliun. 

Secara rinci, kontribusi penjualan dari lini telepon genggam serta tablet mencapai Rp 32,45 triliun, komputer dan elektronik konsumen Rp 2,4 triliun, produk aktif serta gaya hidup Rp 1,74 triliun, sementara pos aksesoris dan lain-lain membukukan Rp 6,3 triliun. 

Adapun untuk perolehan laba bersih, tercatat sebesar Rp 784,02 miliar atau mengalami kenaikan 37,96% dibandingkan Rp 568,30 miliar pada semester I-2025.

Memasuki paruh kedua, ERAA secara seksama memantau perkembangan situasi ekonomi serta pergeseran pola kebutuhan konsumen. 

Amelia menambahkan, titik berat korporasi ialah menjaga mutu eksekusi di seluruh lini kegiatan melalui penguatan fondasi usaha, penataan ulang portofolio, serta pengelolaan operasional secara cermat. 

Menurutnya, langkah tersebut diproyeksikan mampu menopang kesinambungan pencapaian korporasi di tengah persaingan industri yang kompetitif.

Pada aspek ekspansi, ERAA tetap melanjutkan pembangunan jaringan gerai ritel sebagai bagian dari visi jangka panjang dalam memperluas jangkauan produk serta layanan kepada masyarakat. Perluasan jaringan ini dijalankan secara bertahap dengan memperhitungkan potensi pasar serta karakteristik masing-masing lini bisnis.

Berkenaan dengan penanaman modal, anggaran belanja modal (capex) tahun ini dialokasikan guna menopang pengembangan usaha, mulai dari pembukaan gerai baru, peningkatan kapasitas operasional, penguatan infrastruktur digital, hingga penanaman modal yang mendongkrak efisiensi serta produktivitas.

“Realisasi belanja modal dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan bisnis dan prioritas investasi Perseroan. Dalam pelaksanaannya, Perseroan tetap mengedepankan prinsip disiplin investasi agar setiap pengeluaran dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha,” ungkap Amelia.

Di samping penambahan outlet, ERAA tetap memusatkan perhatian pada peningkatan performa gerai yang telah beroperasi, memperkaya pilihan produk dan layanan, serta menyempurnakan strategi omnichannel demi memaksimalkan pengalaman berbelanja konsumen. 

Bersamaan dengan itu, korporasi konsisten mempertahankan kontrol ketat atas pengeluaran serta menggenjot efisiensi operasional di berbagai sektor bisnis guna memperkokoh fondasi perusahaan menghadapi fluktuasi pasar.

Terkini

Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Torres, Incar Rp 1 T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:38:01 WIB

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu, Fokus Latih Chelsea

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:35:01 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026 dan Klasemen Terbaru Pekan Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:33:02 WIB

Waspadai 7 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis dan Biayanya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:31 WIB

Persib Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27:02 WIB