Kemenhaj Dorong Rantai Pasok Haji-Umrah Berkelanjutan

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:40:31 WIB
Kemenhaj Perkuat Kemitraan RI-Saudi Bangun Rantai Pasok Haji [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Arab Saudi untuk membangun rantai pasok (supply chain) ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bertema "Building Strategic Partnership for a Sustainable Pilgrim Supply Chain" yang digelar di Jakarta, Senin.

“Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid, sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kemenhaj Jaenal Effendi.

Jaenal mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Namun, potensi tersebut perlu ditopang dengan konektivitas, koordinasi, serta kemitraan yang lebih terstruktur agar mampu menembus pasar Arab Saudi secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini masih berkembang anggapan kebutuhan katering haji hanya terbatas pada bumbu dan makanan siap saji atau ready to eat (RTE).

Padahal, penyelenggaraan katering haji memerlukan beragam komoditas pangan, mulai dari beras, ikan, daging, sayuran, tepung, minyak goreng, rempah segar, produk susu, hingga berbagai bahan pangan lainnya.

Besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta industri pangan olahan nasional untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah global.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Ditjen PE2HU mendorong pembentukan konsorsium ekspor yang dikoordinasikan oleh eksportir yang memiliki kompetensi dan kapasitas.

Skema itu diharapkan dapat menjamin kualitas serta kesinambungan pasokan sesuai standar Arab Saudi, memberikan kepastian pasar bagi produsen dan UMKM, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Selain itu, Ditjen PE2HU juga mendorong harmonisasi standar halal dan keamanan pangan, pembangunan pusat logistik terpadu, pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi, serta pembentukan Koridor Makanan Haji Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji.

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi haji yang inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku industri nasional,” katanya.

Melalui forum tersebut, Kemenhaj berharap kemitraan bisnis antara Indonesia dan Arab Saudi semakin kuat sehingga mampu mempererat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus membangun rantai pasok haji dan umrah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra Arab Saudi, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, sekaligus pemasok utama kebutuhan haji dan umrah dunia,” kata Jaenal.

Terkini

BPS Catat Wisman 7,45 Juta, Tertinggi sejak 2020

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:53:51 WIB

YouTube Dipanggil usai Temuan Promosi Vape Sasar Anak

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:47:02 WIB

Kemenhaj Dorong Rantai Pasok Haji-Umrah Berkelanjutan

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:40:31 WIB

Dorong UMKM Mandiri, Pertamina Perkuat Peran Rumah BUMN

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:34:01 WIB

Ketua KY Minta Maaf kepada MA dan Hakim atas Salah Paham

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:29:02 WIB