BBYB Bidik Pembagian Dividen Kembali pada 2028

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:02:01 WIB
PT Bank Neo Commerce Tbk (IDX: BBYB) memproyeksikan bisa kembali membagikan dividen bagi para pemegang sahamnya pada tahun 2028. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (IDX: BBYB) memproyeksikan bisa kembali membagikan dividen bagi para pemegang sahamnya pada tahun 2028. Rencana tersebut bergantung pada penyelesaian saldo defisit atau retained losses yang hingga kini masih tercatat pada laporan keuangan perusahaan.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menyatakan bahwa pihak perusahaan senantiasa mempertahankan tren pertumbuhan laba agar akumulasi saldo defisit dapat berkurang secara berkala hingga tuntas.

"Tentunya kami akan terus dengan kinerja yang bagus mengurangi saldo defisit tersebut. Kalau kami bisa terus dengan run rate yang saat ini, tahun 2027 mungkin kami bisa selesaikan itu," ujar Eri dalam acara media briefing di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Merujuk pada laporan keuangan Semester I 2026, saldo defisit Bank Neo Commerce tercatat berada di angka Rp 1,43 triliun. Angka tersebut mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh Rp 1,72 triliun. 

Berkurangnya saldo defisit ini sejalan dengan keberhasilan perseroan dalam meraup laba bersih senilai Rp 294,85 miliar selama Semester I 2026.

Eri menerangkan, selama saldo defisit itu belum tuntas, pihak perseroan belum dapat membagikan dividen kepada para pemegang saham. 

Berdasarkan keterangannya, kebijakan pembagian dividen baru akan dikaji ulang setelah tumpukan kerugian tersebut tertutup secara organik melalui perolehan laba, dengan tetap memperhatikan saran dari dewan komisaris serta pemegang saham pengendali.

"Tetapi saat ini kami belum bisa selama ada saldo defisit tersebut," imbuhnya. Sebagai catatan, Bank Neo Commerce belum pernah membagikan dividen sejak tahun buku 2020.

Dalam kesempatan yang serupa, Chief Financial Officer Bank Neo Commerce Sufen Triantio mengungkapkan bahwa seandainya perolehan laba bersih dapat dijaga pada kisaran Rp 500 miliar setiap tahunnya, saldo defisit diperkirakan bisa lunas pada 2028.

"Harusnya kalau profitnya segitu terus sih, kami 2028 harusnya udah habis sih loss carry forward-nya," tutur Sufen.

"Habis itu ya udah positif sih," tambahnya.

Ketika disinggung perihal peluang pembagian dividen seusai saldo defisit rampung, Sufen memberikan tanggapan singkat. "Insya Allah begitu," ucapnya.

Terkini

Tinju, Anggar, dan Tenis Meja ke Asian Games 2026 Mandiri

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:11:31 WIB

Amankah Ibu Hamil Makan Makanan Pedas? Ini Faktanya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09:32 WIB

Ramalan Zodiak Awal Agustus 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:06:32 WIB