Harga Pertamax Turbo Turun, Warga Sebut Masih Mencekik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:06:31 WIB
Bahan bakar minyak nonsubsidi Pertamina varian Pertamax Turbo menyusut Rp 1.000 setiap liternya per 1 Agustus 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Walaupun banderol bahan bakar minyak nonsubsidi Pertamina varian Pertamax Turbo menyusut Rp 1.000 setiap liternya per 1 Agustus 2026, sejumlah konsumen menyatakan tarif bahan bakar tersebut tetap terasa "mencekik" serta belum meringankan beban biaya mereka.

Satu di antaranya disampaikan Feri (26), pengendara motor yang memakai Pertamax Turbo. Berdasarkan pandangannya, koreksi harga dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter belum memberikan pengaruh yang signifikan. 

Feri mengutarakan, tarif Pertamax Turbo sekarang masih jauh lebih mahal jika dikomparasikan dengan beberapa waktu lampau sewaktu masih bertengger di kisaran Rp 13.100 per liter.

Menurutnya, lonjakan tarif yang berlangsung akhir-akhir ini menjadikan pemotongan Rp 1.000 per liter belum terasa. Saat tarif Pertamax Turbo masih Rp 13.100 per liter, Feri cuma memerlukan sekitar Rp 50.000 sampai Rp 60.000 guna memenuhi tangki motornya. 

Lewat nominal tersebut, bahan bakar biasanya memadai dipakai selama tiga hingga tujuh hari, menyesuaikan tingkat mobilitas saat beraktivitas.

Sekarang, meski tarif telah menyusut, Feri tetap wajib menyediakan sekitar Rp 120.000 sampai Rp 130.000 demi mengisi penuh tangki kendaraannya. 

"Makanya ini sangat mencekik," ucap Feri, Sabtu (1/8/2026).

Sejalan dengan itu, konsumen Pertamax Turbo lain, Inu (24), turut mengaku kurang merasakan dampak dari penyusutan tarif tersebut. 

"Menurut saya sih penurunan Rp 1.000 itu enggak ngaruh, masih lumayan mahal lah," kata dia di tempat kejadian, Sabtu (1/8/2026).

Inu menuturkan, sampai detik ini dirinya masih harus merogoh kocek melebihi Rp 100.000 guna memenuhi tangki motornya. Padahal, tatkala tarif Pertamax Turbo masih menyentuh Rp 13.100 per liter, anggaran untuk mengisi penuh tangki cuma berkisar Rp 60.000.

Di sisi lain, konsumen Pertamax RON 92, Tuti (29), juga berpendapat bahwa koreksi harga belum berasa. 

"Saya biasa mengisi Pertamax RON 92, tadi kan harganya Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 cuma Rp 300, mana berasa," ucap Tuti di lokasi serupa, Sabtu (1/8/2026).

Tuti menaruh harapan agar tarif Pertamax dapat kembali terpangkas supaya kian terjangkau bagi publik.

Terkini