Pemeliharaan Kilang Plaju Libatkan 2.500 Pekerja

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju menjalankan perawatan fasilitas kilangnya lewat program Pit Stop Tahap II 2026 dengan menggandeng sekitar 2.500 buruh kontraktor. (Foto: NET)

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju menjalankan perawatan fasilitas kilangnya lewat program Pit Stop Tahap II 2026 dengan menggandeng sekitar 2.500 buruh kontraktor, yang mana 65 persen di antaranya merupakan tenaga kerja setempat asal Sumatera Selatan.

Vice President Refinery Reliability & Engineering PT Pertamina Patra Niaga Eko Sunarno menyampaikan lewat keterangannya di Palembang, Sumsel, hari Jumat, bahwa rangkaian Pit Stop tersebut berjalan selama 17 hari terhitung mulai 27 Juli hingga 14 Agustus 2026, sebagai bentuk langkah korporasi dalam mempertahankan keandalan sarana produksi sekaligus menjamin kelanjutan pasokan energi bagi Indonesia.

Seluruh buruh dan rekanan bisnis diwajibkan untuk menjalankan HSSE Golden Rules yang mencakup ketaatan terhadap aturan, tata cara serta standar HSSE, menjalankan intervensi lewat pelaporan potensi bahaya maupun tindakan yang berisiko, serta menaruh kepedulian terhadap keselamatan pribadi, rekan kerja, dan alam sekitar.

Menurutnya, pengaplikasian kaidah tersebut sangat mendesak demi menjamin seluruh rangkaian aktivitas bisa berjalan dengan aman serta membidik nihilnya kecelakaan kerja.

"Pit Stop bukan sekadar pekerjaan pemeliharaan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kami terhadap keselamatan," katanya.

Di sisi lain, Executive General Manager RU Plaju Khabibullah Khanafie menuturkan bahwa Pit Stop Tahap II menjadi agenda krusial dalam merawat ketangguhan fasilitas pengolahan minyak.

"Keberhasilan Pit Stop hanya dapat dicapai apabila kami mampu menjalankan tiga pilar utama secara seimbang, yaitu Safe Execution, On Schedule, dan Right Quality," ujarnya.

Ia menegaskan bahwasanya pengerjaan wajib rampung tepat waktu tanpa mengabaikan faktor keselamatan serta tiap-tiap tugas harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan.

Pelaksanaan Grand Safety Talk ini turut dihadiri oleh jajaran direksi Kilang Plaju, para buruh, rekanan kerja, kontraktor, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Acara tersebut juga diselingi penandatanganan komitmen HSSE yang dilakukan oleh pihak manajemen, karyawan, mitra bisnis, serta para kontraktor yang turut serta dalam Pit Stop Tahap II 2026.

Kesepakatan tersebut menjelma menjadi wujud mufakat bersama demi menaati aturan serta tata cara kerja, mengelola potensi risiko secara berkesinambungan, serta menomorsatukan aspek keselamatan sepanjang proses perawatan berlangsung.

Di samping itu, pihak perusahaan turut menghadirkan pesan keselamatan yang berasal dari keluarga masing-masing pekerja sebagai pengingat supaya seluruh buruh dapat pulang kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat serta selamat.

Agenda tersebut turut diisi dengan kegiatan doa bersama serta pembagian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang berasal dari sejumlah panti asuhan, yakni Panti Asuhan Az Dzaky, Yatim & Dhuafa Amanah Mulia, Sahabat Yatim, serta Yatim Dhuafa Darul Falah.

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju menaruh harapan besar agar pelaksanaan Pit Stop Tahap II 2026 ini bisa terlaksana dengan aman tanpa adanya kecelakaan, tuntas sesuai target waktu, serta memberikan hasil kerja bermutu tinggi demi menopang ketangguhan operasional kilang dalam mengamankan ketahanan energi dalam negeri.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:21:31 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:15:31 WIB