Bank Neo (BBYB) Raup Laba Bersih Rp294,85 Miliar di Semester I/2026

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:39:31 WIB
PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mencatatkan laba bersih senilai Rp294,85 miliar sepanjang semester I/2026, yang mengalami kenaikan sebesar 6,81% secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan perolehan pada periode serupa tahun lalu yang mencatatkan angka Rp276,05 miliar.

Pencapaian tersebut memperpanjang tren profitabilitas bank digital tersebut yang telah mencatatkan laba secara konsisten dalam dua tahun terakhir. 

Kinerja positif itu ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mencapai Rp1,11 triliun serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) menjadi Rp59,66 miliar atau tumbuh 6,77% YoY.

Dari sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik menjadi 82,31% dari 84,81% pada semester I/2025, sedangkan rasio return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,23% dari 3,09%.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menyatakan bahwa capaian semester I/2026 mencerminkan keberhasilan strategi perseroan yang mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko secara disiplin.

“Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif,” ujar Eri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Per akhir Juni 2026, total aset Bank Neo Commerce tercatat sebesar Rp17,45 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp12,30 triliun. Komposisi pendanaan juga menunjukkan perbaikan dengan dana tabungan tumbuh 2,10% secara tahunan menjadi Rp3,39 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,99% dibandingkan 3,10% pada semester I/2025. 

Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat menjadi 50,23% dari 41,27% pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung kenaikan modal inti menjadi Rp4,20 triliun atau tumbuh 14,52% YoY.

Di tengah penguatan fundamental tersebut, perseroan masih menerapkan strategi penyaluran kredit secara selektif. Total kredit turun 11,79% YoY menjadi Rp7,13 triliun dari Rp8,09 triliun pada semester I/2025, terutama akibat penyesuaian portofolio pada segmen komersial dan korporasi.

Namun, penyaluran kredit pada segmen konsumer dan UMKM justru meningkat 6,68% YoY menjadi Rp5,80 triliun, mencerminkan fokus perseroan pada segmen dengan potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus menjaga kualitas aset.

Selain itu, layanan digital perseroan juga mencatatkan pertumbuhan. Jumlah transaksi QRIS meningkat 124% menjadi 267,4 juta transaksi pada semester I/2026, sedangkan pendapatan dari transaksi QRIS melonjak 246% menjadi Rp25,8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:21:31 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:15:31 WIB