Kinerja Solid, Laba Danamon Melonjak 33 Persen pada Semester I

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:38:01 WIB
Memasuki paruh kedua tahun 2026, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menunjukkan performa finansial yang kokoh. (Foto: NET)

JAKARTA -  Memasuki paruh kedua tahun 2026, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menunjukkan performa finansial yang kokoh. 

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, fluktuasi suku bunga, serta ketatnya kompetisi likuiditas, perseroan sukses mengantongi laba bersih konsolidasian senilai Rp2,4 triliun sepanjang semester I/2026. 

Angka tersebut melesat 33% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan periode serupa pada tahun sebelumnya. 

Capaian positif ini tidak sekadar menggambarkan ekspansi bisnis yang ekspansif, melainkan juga membuktikan kehandalan Danamon dalam mengamankan kualitas asetnya di tengah turbulensi industri keuangan.

Keberhasilan menorehkan laba pada paruh pertama tahun ini utamanya didorong oleh penyaluran kredit yang sehat, kenaikan pendapatan operasional, serta penurunan biaya pencadangan berkat perbaikan kualitas aset. 

Per tanggal 30 Juni 2026, total pembiayaan dan kredit konsolidasian Danamon menyentuh angka Rp230,1 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12% YoY. 

Peningkatan tersebut merata di seluruh pilar bisnis, mulai dari SME Banking, Consumer Banking, Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI), hingga lini anak perusahaan.

Dari sektor pendanaan, pertumbuhan yang dicatatkan bahkan lebih tinggi. Perolehan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian yang mencakup tabungan, giro, dan deposito berhasil mencapai Rp181,7 triliun, tumbuh 14% dari semester I/2025. 

“Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid,” ujar Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I/2026, Kamis (30/7/2026).

Selain lonjakan laba bersih, Danamon turut membukukan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar Rp5,9 triliun atau meningkat 13% YoY. 

Penguatan profitabilitas ini juga dikontribusikan oleh penurunan biaya kredit sebesar 12% secara tahunan, serta pencapaian margin bunga bersih (NIM) konsolidasian di level 8,1%. 

Di samping agresif melakukan ekspansi, prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan, yang terlihat dari rasio Loan at Risk (LAR) yang turun ke angka 7,8% serta perbaikan rasio kredit bermasalah (gross NPL) menjadi 1,7%.

Menghadapi sisa tahun 2026, Danamon berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap memantau dinamika pasar, suku bunga, dan kebutuhan nasabah. 

Sinergi bersama ekosistem MUFG Group serta penguatan empat lini bisnis utama akan terus dioptimalkan. 

Prospek positif ini juga diamini oleh pengamat perbankan Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan, yang menilai fundamental Danamon tetap kuat untuk mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun berkat dukungan permodalan yang solid serta sinergi strategis yang berkelanjutan.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:21:31 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:15:31 WIB