JAKARTA - Pemasaran SBN Ritel seri ORI030 habis terjual lebih cepat daripada jadwal awal penawaran yang semestinya berlangsung pada tanggal 6 hingga 30 Juli 2026.
Tepatnya pada Selasa 28 Juli yang lalu, ORI030 sukses mencatatkan angka penjualan menyentuh Rp40 triliun dan mencetak rekor paling tinggi bagi SBN Ritel sepanjang sejarah.
Dari total pencapaian Rp40 triliun tersebut, sebesar Rp34 triliun merupakan hasil realisasi penjualan ORI030 dengan tenor 3 tahun atau yang disebut ORI030T3, sedangkan sebesar Rp6 triliun berasal dari penjualan ORI030 tenor 6 tahun atau ORI030T6.
Total perolehan penjualan ORI030 ini menjadikan instrumen tersebut sebagai produk dengan angka penjualan paling besar dalam sejarah, sekaligus mampu menggeser berbagai seri terdahulu.
Tepat di bawah posisi ORI030, terdapat pemegang rekor sebelumnya yaitu produk ORI027 yang mencatatkan perolehan penjualan sebesar Rp37,35 triliun. Disusul kemudian oleh seri SR008 pada tahun 2016 yang membukukan total angka penjualan senilai Rp31,5 triliun.
Sebelumnya, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa tingginya serapan pasar terhadap produk ORI030 salah satunya didorong oleh faktor jatuh tempo dari dua produk SBN Ritel sebelumnya, yakni ORI023-T3 dan SBR013-T2.
Kedua instrumen tersebut memberikan suntikan dana likuiditas sebesar Rp34,49 triliun ke dalam pasar.
”Selain itu, karakteristik ORI yang menawarkan kupon tetap, dijamin pemerintah, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder menjadikannya instrumen yang menarik, khususnya di tengah kondisi pasar keuangan yang masih cukup volatil. Kombinasi faktor tersebut turut mendorong tingginya antusiasme investor terhadap ORI030,” ucap Novi, Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, produk ORI030T3 menyediakan kupon tetap dengan besar 6,90% untuk setiap tahunnya. Besaran minimum pemesanannya ditetapkan senilai Rp1 juta dan batas maksimum mencapai Rp5 miliar.
Di sisi lain, jenis ORI030T6 menawarkan kupon tetap sebesar 7% per tahun dengan ketentuan pemesanan minimal mulai dari Rp1 juta sampai batas maksimum sebesar Rp10 miliar.
Berdasarkan data dari laman Ajaib Sekuritas, saat ini tercatat ada beberapa seri SBN Ritel yang dijadwalkan akan segera diterbitkan kembali oleh pihak pemerintah dalam sisa kurun waktu tahun ini.
Rangkaian produk tersebut meliputi SR025 atau sukuk ritel yang mempunyai rentang waktu penawaran mulai dari tanggal 21 Agustus 2026 hingga 16 September 2026.
Berikutnya, terdapat produk SWR007 yang siap ditawarkan terhitung sejak 4 September 2026 sampai dengan 21 Oktober 2026. Selepas itu, ada instrumen SBR015 atau Saving Bond Ritel yang masa penawarannya dibuka mulai 28 September 2026 sampai 22 Oktober 2026.
Terakhir, terdapat seri ST017 atau Sukuk Tabungan dengan jadwal periode penawaran dari tanggal 6 November 2026 hingga 2 Desember 2026.