Semester I 2026, Aset Konsolidasi Bank Jatim Capai Rp162,05 T

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:11:31 WIB
Aset Konsolidasi Bank Jatim Tembus Rp162,05 Triliun di Semester I [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) senantiasa memperkokoh eksistensinya sebagai institusi induk dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui serangkaian langkah kolaborasi strategis bersama bank pembangunan daerah yang tergabung sebagai anggota KUB. 

Upaya ini merupakan manifestasi dari dedikasi Bank Jatim dalam mendongkrak tingkat kompetisi industri perbankan regional sekaligus memacu ekspansi bisnis yang berkelanjutan lewat kemitraan yang saling menguntungkan.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengemukakan bahwa penguatan kerja sama antaranggota KUB memegang peranan sebagai salah satu pilar krusial untuk membentuk ekosistem perbankan daerah yang tangguh, efisien, serta kompetitif di tengah dinamika sektor keuangan yang bergerak dinamis.

"Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi dikutip Kamis (30/7/2026).

Pada saat ini, jajaran anggota KUB Bank Jatim mencakup Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, serta Bank Lampung. Bersama kelima bank pembangunan daerah tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi penerapan beragam inisiatif kerja sama demi kepentingan bersama. 

Sebagai contoh, kemitraan bersama Bank NTB Syariah dipusatkan pada integrasi layanan remitansi dengan mempertimbangkan potensi jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Provinsi NTB.

BACA JUGA Bank Jatim-PCI Muslimat NU Hong Kong Kerja Sama Layanan Remitansi Bank Jatim Raih Bisnis Indonesia Award 2026 Kategori BPD Aset di Atas Rp40 Triliun Bank Jatim (BJTM) Catat Transaksi Digital Rp65,77 Triliun Sepanjang 2025

Di samping itu, sinergi bersama Bank NTT terus memperlihatkan progres positif, di mana pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kolaborasi resiprokal kian menunjukkan peningkatan yang tecermin dari optimalisasi penempatan surat berharga. Kedua institusi perbankan tersebut juga telah merumuskan kesepakatan terkait penyesuaian tarif biaya layanan remitansi.

Selanjutnya, kerja sama bersama Bank Banten diwujudkan melalui penyelarasan regulasi joint financing guna menopang implementasi pembiayaan bersama agar berjalan lebih optimal serta selaras dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, kolaborasi bersama Bank Sultra difokuskan pada pengembangan layanan perbankan prioritas yang saat ini berada pada tahap pengurusan dokumen perizinan kepada pihak regulator sebagai bagian dari rangkaian persiapan operasional.

Menurut Winardi, bermacam bentuk kerja sama tersebut membuktikan bahwa kehadiran KUB bukan sekadar instrumen administratif untuk memenuhi kewajiban regulator, melainkan mampu menjelma menjadi motor sinergi bisnis yang berdampak positif terhadap stabilitas fundamental seluruh anggotanya.

"Kami optimis sinergi antaranggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.

Implementasi kemitraan yang berjalan secara berkesinambungan ini turut memberikan sokongan signifikan terhadap capaian performa konsolidasian Bank Jatim yang bertumbuh positif sepanjang kurun waktu Semester I/2026. Terhitung hingga akhir bulan Juni 2026, akumulasi total aset konsolidasi Bank Jatim menyentuh angka Rp162,05 triliun, atau mengalami lonjakan sebesar 37,16% secara tahunan (YoY) jika disandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp118,15 triliun. 

Dari sektor ekspansi pembiayaan, kinerja konsolidasi turut mencatatkan pertumbuhan yang amat baik dengan kenaikan 41,68% YoY dari posisi Rp78,55 triliun pada Semester I/2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I/2026. Di samping itu, perolehan laba bersih konsolidasian Bank Jatim selama paruh pertama tahun 2026 ini sukses menanjak hingga 53,49% YoY, yakni dari catatan sebelumnya di kisaran Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan, kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," ucapnya.

Terkini