MAPA Kantongi Kenaikan Laba Bersih 30,48% pada Semester I/2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:29:01 WIB
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang periode Januari—Juni 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang periode Januari—Juni 2026. Laba bersih yang mampu dibukukan perseroan bahkan tercatat mengalami kenaikan 30,48% year-on-year (YoY).

Melansir laporan keuangan per 30 Juni 2026, MAPA membukukan penjualan senilai Rp10,12 triliun sepanjang paruh pertama 2026. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 15,10% YoY dari Rp8,79 triliun pada periode yang sama 2025.

Naiknya penjualan MAPA terutama didorong oleh realisasi penjualan eceran yang mencatatkan nilai mencapai Rp9,44 triliun atau naik 15,75% YoY dari Rp8,15 triliun pada periode yang sama 2025. 

Sementara pada segmen penjualan non-eceran, MAPA membukukan pendapatan senilai Rp1,02 triliun atau turun 21,26% YoY dari Rp1,30 triliun pada periode yang sama 2025.

Seiring dengan bertumbuhnya pendapatan perseroan, MAPA turut membukukan beban pokok penjualan yang meningkat menjadi Rp5,33 triliun atau naik 14,71% YoY dari Rp4,65 triliun pada periode yang sama 2025.

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, MAPA akhirnya membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp864,38 miliar. 

Realisasi itu mengalami kenaikan 30,48% YoY dari Rp662,42 miliar pada periode yang sama 2025.

Dari sisi neraca, MAPA membukukan total aset yang bertumbuh menjadi Rp15,74 triliun per Juni 2026. Realisasi itu mengalami kenaikan dari Rp14,17 triliun pada Desember 2025.

Kenaikan total aset perseroan terutama disebabkan oleh jumlah aset lancar MAPA yang bertumbuh menjadi Rp9,16 triliun dari Rp8,13 triliun pada 2025.

Sejalan dengan itu, liabilitas perseroan juga membengkak menjadi Rp6,05 triliun pada Juni 2026, mengalami kenaikan dari Rp5,33 triliun pada Desember 2025.

Sementara itu, total ekuitas perseroan juga meningkat menjadi Rp9,69 triliun pada Juni 2026, dari Rp8,84 triliun pada Desember 2025.

Terkini