Rekening Dolar AS Naik 185%, Simpanan Valas Tetap Stabil

Kamis, 30 Juli 2026 | 23:10:01 WIB
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan lonjakan signifikan terkait kuantitas rekening valuta asing (valas) mata uang dolar Amerika Serikat (AS) selama paruh pertama tahun ini. (Foto: NET)

JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan lonjakan signifikan terkait kuantitas rekening valuta asing (valas) mata uang dolar Amerika Serikat (AS) selama paruh pertama tahun ini.

Sampai dengan Juni 2026, total rekening dolar AS menyentuh angka 16,53 juta rekening, atau merepresentasikan 2,4% dari keseluruhan rekening simpanan nasional. 

Dalam kurun waktu satu bulan saja, jumlah tersebut memperlihatkan eskalasi sebesar 85,3%. Bila disandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, lonjakan tersebut bahkan menembus angka 185,5%.

Sebagai pembanding, kuantitas rekening rupiah dalam rentang waktu serupa tercatat sebanyak 680,42 juta, di mana peningkatannya hanya sebesar 1,1% dalam sebulan serta 7,8% dalam kurun waktu satu tahun. 

Walaupun masih memegang dominasi, temuan ini mengindikasikan bahwa laju perkembangan rekening valas melesat jauh di atas rekening rupiah.

Kendati demikian, masifnya pertumbuhan jumlah rekening tersebut tidak otomatis mendongkrak nominal simpanan valas. Hingga pertengahan tahun ini, total simpanan valas bertengger di angka Rp 1.741,46 triliun, yang mana hanya mengalami kenaikan 1,6% dalam sebulan dan 19,5% dalam setahun.

Pada saat bersamaan, akumulasi nilai rekening rupiah mencapai Rp 8.567,87 triliun. Angka ini menggambarkan adanya koreksi penurunan 0,5% dalam sebulan serta 0,8% sejak awal tahun berjalan. Akan tetapi, jika dihitung dalam basis tahunan, nilainya masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,2%.

Secara keseluruhan, total nilai simpanan hingga pertengahan tahun ini berada di kisaran Rp 10.309,32 triliun, yang menunjukkan koreksi tipis 0,2% dalam sebulan namun tetap tumbuh 10% dalam kurun waktu setahun.

Meninjau berdasarkan kategorinya, simpanan dalam bentuk deposito masih memimpin penguasaan pasar dengan nilai mencapai Rp 3.670,23 triliun, atau setara dengan 35,6% dari total keseluruhan simpanan. Dalam rentang sebulan, nilainya bertambah 2% dan dalam setahun mengalami kenaikan 11,8%.

Posisi berikutnya disusul oleh simpanan giro yang menorehkan angka Rp 3.357,77 triliun atau merepresentasikan 32,6% dari total simpanan. 

Nominal tersebut merefleksikan adanya koreksi penurunan 4,4% dalam sebulan, sekalipun masih membukukan pertumbuhan 9,6% dalam setahun.

Sementara itu, penempatan dana pada produk tabungan tercatat sebesar Rp 3.179,26 triliun, atau sebanding dengan 30,8% dari total simpanan secara keseluruhan, yang menunjukkan kenaikan 1% dalam sebulan serta 8,2% dalam setahun.

Terkini

Update Harga Pangan 30 Juli:

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:50:32 WIB

PLN Siap Alirkan Listrik di Perbatasan Jelang HUT RI

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:47:31 WIB