Laba Bank Jatim Tembus Rp1,2 Triliun pada Semester I/2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:44:02 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mengantongi laba bersih tahun berjalan konsolidasian senilai Rp1,24 triliun hingga paruh pertama 2026. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mengantongi laba bersih tahun berjalan konsolidasian senilai Rp1,24 triliun hingga paruh pertama 2026, melesat 53,5% yoy dari perolehan sebelumnya Rp811,11 miliar.

Merujuk pada laporan keuangan yang diterbitkan Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (30/7/2026), melalui skema bank only, Bank Jatim mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp708,43 miliar, mengalami kenaikan tipis 0,7% yoy apabila dikomparasikan dengan semester I/2025 yang senilai Rp703,19 miliar.

Lonjakan laba emiten bersandi BJTM ini disokong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih serta sejumlah pos pendapatan operasional.

Dalam skala konsolidasi, pendapatan bunga tercatat menyentuh angka Rp6,61 triliun, melonjak 36,5% yoy dibandingkan paruh pertama 2025 yang berada di posisi Rp4,84 triliun.

Sementara itu, apabila dilihat secara bank only, pendapatan bunga Bank Jatim terpantau berada di level Rp3,93 triliun, mengalami koreksi 5,9% yoy jika dibandingkan catatan sebelumnya yakni Rp4,17 triliun.

Di sisi lain, pos beban bunga membengkak ke angka Rp1,95 triliun, atau naik 29,7% yoy dari periode sebelumnya yang sejumlah Rp1,50 triliun.

Akibat dinamika tersebut, pendapatan bunga bersih Bank Jatim secara konsolidasian berhasil menembus Rp4,66 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 39,0% yoy jika disandingkan dengan periode terdahulu senilai Rp3,34 triliun.

Bergeser ke lini pendapatan operasional lain, perseroan sukses membukukan pertumbuhan sebesar 38,9% yoy hingga menjadi Rp1,49 triliun dari posisi sebelumnya Rp1,07 triliun.

Kenaikan impresif ini dipicu oleh eskalasi pendapatan komisi, provisi, serta administrasi yang berhasil menyentuh angka Rp515,74 miliar, atau tumbuh 43,4% yoy bila dibandingkan catatan sebelumnya yang sebesar Rp359,66 miliar.

Selain itu, pos pendapatan lain-lain tercatat membukukan Rp318,32 miliar, yang berarti meningkat 63,3% yoy dari posisi semula di angka Rp194,94 miliar.

Adapun perolehan pendapatan dividen tercatat senilai Rp9,67 miliar, setelah sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu perseroan belum mencatatkan pemasukan dari pos tersebut.

Lebih lanjut, total aset konsolidasian Bank Jatim tercatat berada di level Rp162,06 triliun per 30 Juni 2026. Dari fungsi intermediasi, total kredit serta pembiayaan konsolidasian terpantau mencapai Rp96,01 triliun.

Di samping itu, himpunan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian sukses mencatatkan angka Rp120,42 triliun hingga akhir semester I/2026.

Meninjau dari aspek kesehatan kualitas aset, rasio pembiayaan macet atau non-performing loan (NPL) gross mengalami kenaikan ke level 4,38% dari sebelumnya 4,15%, sedangkan untuk NPL net turut merangkak naik menjadi 2,45% dari posisi 1,98%.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (KPMM) secara konsolidasian bertengger di level yang kuat yakni 27,59%, menunjukkan peningkatan apabila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 24,25%.

Beralih ke indikator profitabilitas, rasio tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) naik tipis menjadi 1,80% dari posisi 1,77%, sementara net interest margin (NIM) mengalami penurunan ke level 5,90% dari catatan semula 6,15%.

Terakhir, rasio perbandingan penyaluran kredit terhadap himpunan dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) terpantau mengalami eskalasi menjadi 91,24% dari posisi sebelumnya yang berada di angka 85%.

Terkini

Update Harga Pangan 30 Juli:

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:50:32 WIB

PLN Siap Alirkan Listrik di Perbatasan Jelang HUT RI

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:47:31 WIB