JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan laba tahun berjalan senilai Rp1,12 triliun, yang menunjukkan peningkatan 38,27% (year on year/YoY) sepanjang semester I/2026.
Merujuk laporan keuangan interim yang diterbitkan dalam Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (30/7/2026), Adira Finance meraup total pendapatan pada semester I/2026 sebesar Rp6,50 triliun, mengalami pertumbuhan 8,69% YoY.
Secara rinci, perolehan total tersebut terdiri atas pembiayaan konsumen yang meningkat 14,01% YoY menjadi Rp4,23 triliun. Disusul oleh margin murabahah Rp791,73 miliar, bagi hasil musyarakah mutanaqisah Rp155,34 miliar, sewa pembiayaan Rp273,99 miliar, serta pos lain-lain senilai Rp1,04 triliun.
Di samping itu, total pengeluaran beban perseroan selama enam bulan pertama tahun 2026 ini mencapai Rp5,05 triliun. Porsi beban terbesar bersumber dari gaji dan tunjangan Rp1,72 triliun, biaya umum serta administrasi Rp1,01 triliun, dan pembiayaan konsumen Rp883,10 miliar.
Adapun, laba bersih sebelum beban pajak penghasilan entitas tercatat sebesar Rp1,44 triliun dengan beban pajak penghasilan mencapai Rp323,84 miliar.
Dengan demikian, laba tahun berjalan berada di angka Rp1,12 triliun. Sementara itu, total perolehan penghasilan komprehensif tahun berjalan menembus Rp1,17 triliun.
Bergeser pada laporan posisi keuangan interim, per semester I/2026 Adira Finance mencatatkan total aset senilai Rp38,61 triliun, tumbuh 0,23% YoY dari periode sebelumnya yang sebesar Rp38,52 triliun.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp23,14 triliun dan total ekuitas bernilai Rp15,47 triliun. Dengan begitu, jumlah keseluruhan liabilitas serta ekuitas perusahaan adalah Rp38,61 triliun.
Sebagai catatan informasi, kepemilikan Adira Finance dipegang oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk, MUFG Bank, Ltd, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Saham treasuri, serta pihak lainnya (masing-masing memegang porsi kepemilikan di bawah 5%).